Jennifer Lopez Senang Memecat Karyawan?  

Kamis, 27 Desember 2012 | 13:26 WIB
Jennifer Lopez Senang Memecat Karyawan?  
Dalam acara pemutaran perdana filmnya, The Back-Up Plan, Jennifer Lopez tampil dengan rambut ditata ke atas ala sarang lebah. Justjared.com

TEMPO.CO, Jakarta - Jennifer Lopez menutup tahun ini dengan kabar buruk. Laman TMZ melaporkan bahwa gugatan yang diajukan penyanyi ini terhadap mantan sopirnya ditolak pengadilan.

Lopez mengajukan gugatan senilai US$ 20 juta terhadap Hakob Manoukian, sebagai bentuk perlawanan terhadap Hakob. Awalnya, Hakob yang mengajukan gugatan terhadap Lopez karena telah melanggar kontrak. Hakob juga mengklaim bahwa dia dipaksa keluar oleh manajer Lopez, Benny Medina, yang memarahinya di muka umum.

Dalam gugatan tersebut Lopez menyebutkan bahwa Hakob berusaha untuk memeras dia sebesar US$ 5,8 juta atau dia akan membeberkan informasi rahasia bahwa penyanyi ini pernah menjalani proses pengadilan kriminal.

Pengacara Hakob sendiri membantah pernyataan pihak Lopez, dengan mengatakan Lopez berusaha untuk meghukum dia karena mengajukan gugatan hukum melawan sang Diva. Juri menyetujui alasan yang diajukan pengacara Hakob ini.

Kasus ini sendiri membuat Lopez disebut sebagai selebritas yang senang memecat karyawan. November lalu, mantan juri American Idol ini membela diri dari rumor yang menyebutkan bahwa dia membuat seorang karyawan di salah satu hotel di Jerman dipecat. Itu terjadi hanya karena karyawan itu memberhentikan Lopez untuk meminta tanda tangan ketika menginap di hotel tersebut.

Lopez sendiri mengajukan bantahannya melalui akun Twitternya."Ayolah, aku rasa kamu lebih tahu dari ini...Tidak akan pernah meminta orang dipecat karena tanda tangan. Aku mendengarnya dari Twitter. #hurtful."

DEWI RETNO

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan