Sentuhan Baru Ajang Cari Bintang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Awal Januari 2007. Sebuah pertanyaan yang melayang jauh dari Semarang masuk ke rubrik Kontak Kami di www.indosiar.com: kapan audisi Akademi Fantasi Indosiar (AFI) 2007 dimulai? Pengirimnya Lutvi Maulana Aris, yang ngebet kepingin ikut kontes menyanyi itu.Tapi jawaban stasiun televisi berlogo ikan terbang itu sudah pasti bikin kecewa Lutvi, yang mungkin sudah mempersiapkan diri sejak dulu. "Mohon maaf, sementara kami belum ada program AFI 2007." Boleh jadi yang kecewa bukan cuma Lutvi. Para penggemar acara yang hadir di layar kaca sejak 2001 itu mungkin merasakan hal yang sama.Menukiknya jumlah penonton, menurut juru bicara Indosiar, Gufron Sakaril, menjadi alasan utama dicoretnya program pencarian bakat bidang musik tersebut tahun ini. Dulu AFI 2001 dan 2002 sempat merebut kue penonton untuk tayangan sejenis lebih dari 50 persen. Itu paling tinggi."Share tahun lalu (ketimbang 2001 dan 2002) separuhnya saja tidak ada," kata Gufron kepada Tempo. Data yang dipegang ACNielsen Media Research cuma 11 persen. Begitu juga dengan rating-nya: anjlok. Pada awal-awal penayangan mendekati angka 5, tahun lalu hanya 2,45.Namun, bukan berarti Indosiar menghapus betul-betul acara kontes menyanyi itu. Kata Gufron, pihaknya bakal meluncurkan program sejenis dengan format dan sentuhan baru. "Butuh pembaruan, penyegaran. Kalau penonton mengalami kejenuhan, pasti butuh yang baru."Kejenuhan pemirsa juga disadari RCTI lewat acara Indonesian Idol-nya, yang pada 2007 memasuki tahun keempat dan sekarang sedang memasuki audisi di sejumlah kota. "Memang tidak mudah mempertahankan popularitas sebuah program yang keempat kalinya. Ini tantangan berat," kata Daniel Hartono, Direktur Proyek Indonesian Idol.Apalagi, Daniel mengungkapkan, Indonesian Idol pernah jatuh sewaktu kontes musik yang kedua kalinya ditinggalkan penonton. Jumlah pemirsa dan rating turun drastis. Begitu juga dengan pesan pendek (SMS) yang masuk: cuma setengahnya ketimbang sebelumnya yang berjumlah 6 juta.Karena itu, kata Daniel, penyelenggaraan Indonesian Idol kali ini yang mulai show pada Maret nanti bakal penuh sentuhan anyar, misalnya dengan menghadirkan dua juri baru. Dimas Jay dan Indy Barends digantikan oleh Anang dan Jamie Aditya. Lewat cara ini, mereka mencoba mempertahankan acara itu, bahkan mendongkrak rating yang tahun lalu di level 4,93.Televisi lain, TPI, juga terus menggelar ajang mencari bintang penyanyi lewat Kontes Dangdut TPI (KDI). Tentu saja dengan mempertimbangkan matang-matang faktor kejenuhan penonton. "Soal yang satu ini sudah menjadi pertanyaan kami," ujar juru bicara TPI, Theresia Ellasari.Tapi, Ella mengatakan, rating yang tinggi untuk acara-acara yang dibintangi para jebolan KDI 1-3 menjadi alasan kuat bagi mereka melanjutkan salah satu acara primadona itu. Pemasang iklan juga menuntut supaya stasiun televisi ini jalan terus sehingga, "Tidak ada alasan untuk mundur," katanya.Untuk terus mendulang sukses penyelenggaraan sebelumnya yang rating-nya rata-rata mendekati angka 5, tahun ini KDI tak hanya menggelar audisi di sejumlah kota di Indonesia, tapi juga di Malaysia dan Brunei Darussalam. Sentuhan baru lainnya, peserta boleh berduet atawa duo, termasuk menghadirkan komentator-komentator baru.SS KURNIAWAN

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah KLB Partai Demokrat, Apa Kata AD/ART?

    Sejumlah kader ngotot melaksanakan KLB Partai Demokrat. Kubu AHY mengatakan bahwa pelaksanaan itu ilegal. Pasal-pasal AD/ART Partai dapat menjelaskan.