Sabtu, 24 Februari 2018

Asri Welas Sebut Katarak yang Dialami Anaknya Bukan karena Rubela

Oleh :

Tempo.co

Kamis, 14 September 2017 11:44 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Asri Welas Sebut Katarak yang Dialami Anaknya Bukan karena Rubela

    Asri Welas dan anaknya. instagram.com

    TEMPO.CO, Jakarta -Asri Welas membantah  katarak yang diderita anak keduanya, Rayyan Gibran Ridharaharja atau Ibran, ada hubungannya dengan virus Rubella. Selain katarak, bayi yang masih berusia 3 bulan itu juga mengalami gangguan kandung kemih dan gangguan pendengaran bawaan lahir.

    "Ada banyak yg harus di periksa karena ada banyak sebab kenapa bisa terkena katarak,bisa juga disebabkan oleh virus rubela, tokso tapi di kehamilan asri negatif akan hal ini, di mas Ibran sendiri juga tidak ada virus tersebut, kita periksa apakah jantungnya bocor, alhamdulilah tidak, otaknya apakah ada virus, alhamdulilah tidak ada," tulis Asri Welas di salah satu unggahan Instagramnya baru-baru ini.

    Dari berbagai sumber diketahui, seorang  ibu yang sedang mengandung terkena Rubella, maka kemungkinan anaknya akan lahir dengan sejumlah cacat lahir atau yang biasa disebut dengan sindrom rubella bawaan.Sejumlah cacat itu bisa berupa cacat mental, katarak, tuli, gangguan jantung dan gangguan pertumbuhan pada janin.

    Jika sang ibu terserang Rubella saat usia kehamilan 11 minggu, risiko anak mengalami cacat mencapai 90 persen. Jika masa kehamilan sudah masuk minggu ke-11 hingga 16, risiko cacat hingga 20 persen. Sementara itu, jika usia kehamilan 16 hingga 20 minggu, sang anak berisiko tuli.

    Lewat akun Instagramnya itu, Asri Welas menuturkan agar para calon orang tua bisa lebih berhati-hati dan lebih menjaga kesehatan diri agar terhindar dari virus rubella. 

    TABLOID BINTANG.COM | IKA SURYANI SYARIEF


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Ucapan Pedas Duterte, Memaki Barack Obama dan Dukung Perkosaan

    Presiden Filipina Rodrigo Duterte sering melontarkan ucapan kontroversial yang pedas, seperti memaki Barack Obama dan mengancam pemberontak wanita.