Dave Matthews Band Gelar Konser demi Persatuan di Charlottesville

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dave Matthews Band tampil di Austin City Limits Musik Festival di Austin, Texas, Minggu (4/10). AP Photo/Jack Plunkett

    Dave Matthews Band tampil di Austin City Limits Musik Festival di Austin, Texas, Minggu (4/10). AP Photo/Jack Plunkett

    TEMPO.CO, Jakarta - Dave Matthews Band mengumumkan akan menggelar "Concert for Charlottesville" pada 24 September, bersama bintang pop Ariana Grande, Justin Timberlake dan Pharrell Williams. Pengumuman itu disampaikan lewat situs resmi mereka

    Menurut Dave Matthews Band konser itu dimaksudkan untuk mempromosikan persatuan di Charlottesville. Bulan lalu memang telah terjadi bentrokan antara supremasi kulit putih dan para demonstran antirasisme bulan lalu.

    Demonstrasi pada Agustus yang diselenggarakan nasionalis kulit putih untuk memprotes rencana pemindahan patung Konfederasi Jenderal Robert E. Lee berubah menjadi kondisi maut saat seorang demonstran antirasisme tewas ditabrak sebuah mobil yang meluncur ke arah kerumunan.

    Konser akan diadakan gratis bagi siswa, staf pengajar dan staf di University of Virginia serta bagi orang-orang di wilayah Charlottesville.

    Band rock yang terkenal dengan hits seperti Ants Marching dan So Much To Say itu dibentuk di Charlottesville pada 1991. Kelompok tersebut dalam konser akan bergabung dengan penyanyi country Chris Stapleton, The Roots serta sejumlah musisi lainnya.

    Meski konser tersebut gratis, mereka yang hadir didorong untuk memberikan sumbangan bagi "Concert for Charlottesville Fund", yang menurut Dave Matthews Band akan dapat membantu korban bentrokan Agustus, keluarga mereka, penolong pertama, serta organisasi-organisasi yang mempromosikan penyembuhan, persatuan dan keadilan.

    ANTARA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi dan Tantangan Jozeph Paul Zhang, Pria yang Mengaku Nabi Ke-26

    Seorang pria mengaku sebagai nabi ke-26 melalui media sosial. Selain mengaku sebagai nabi, dia juga melontarkan tantangan. Dialah Jozeph Paul Zhang.