Kate Middleton Mual dan Muntah, Pippa Middleton Setia Menemani

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pippa Middleton dan James Matthews menyapa undangan dan keluarganya usai melangsungkan pernikahan di Gereja St Mark di Englefield, Inggris, 20 Mei 2017. James Matthew adalah seorang manager keuangan yang berasal dari Chelsea. AP Photo

    Pippa Middleton dan James Matthews menyapa undangan dan keluarganya usai melangsungkan pernikahan di Gereja St Mark di Englefield, Inggris, 20 Mei 2017. James Matthew adalah seorang manager keuangan yang berasal dari Chelsea. AP Photo

    TEMPO.CO, London - Sejak diumumkan pihak Istana Kensington perihal kehamilan ketiga Kate Middleton, banyak tersiar kabar kalau istri Pangeran William itu mengalami morning sickness.

    Kabarnya, sang adik, Pippa Middleton setia berada di sisi Kate Middleton untuk menghiburnya, begitu sumber yang dekat dengan keluarga istana seperti ditulis US Weekly.

    Kate menderita Hyperemesis Gravidarum, yaitu penyakit mual dan muntah yang diderita setiap pagi. Pangeran William terpaksa menunda untuk merayakan kehamilan Kate Middleton.

    "Selalu agak cemas ketika mulai akan merayakannya. Dia lebih banyak tidur saat ini," kata seorang sumber.

    Pasangan kerajaan Inggris itu mengejutkan dunia ketika awal pekan lalu mengumumkan kehamilan ketiga dari Kate Middleton. "Yang mulia Duke dan Duchess of Cambridge senang senang saat ini karena sedang mengharapkan anak ketiga. Ratu dan kedua keluarga menyamubut gembira dengan kabar ini," begitu isi pengumuman tersebut.

    Adik William, Pangeran Harry adalah salah satu yang pertama mengucapkan selamat kepada pasangan Pangeran William dan Kate Middleton atas berita bayi mereka.
    Pangeran lajang berusia 32 tahun itu mengatakan kepada wartawan: "Ini fantastis, bagus. Sangat, sangat bahagia untuk mereka."

    ALIA | Femalefirst


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.