Dewi Sanca Diperiksa Bareskrim  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyanyi dangdut Dewi Sanca. Youtube.com

    Penyanyi dangdut Dewi Sanca. Youtube.com

    TEMPO.COJakarta - Pedangdut Dewi Sanca sempat dimintai keterangan penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi terkait dengan dugaan korupsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Intan Jaya, Papua. Ia diperiksa sebagai saksi pada Senin, 4 September 2017.

    Dewi Sanca sempat menjadi bahan perbincangan di dunia maya lantaran memamerkan segepok uang bernilai ratusan juta dan perhiasan berlian di akun media sosialnya. Ia tak membantah kalau uang tersebut ia dapat dari Bupati Intan Jaya, Papua, Natalis Tabuni.

    Imbas dari unggahan tersebut, muncul anggapan atau tudingan bahwa Dewi menjadi simpanan pejabat. Namun pedangdut yang kerap membawa ular ke atas panggung ini membantah kabar itu. "Hubungan kami baik, hubungan kerja, ya," katanya.

    Setelah heboh gara-gara kabar tersebut, Dewi pun sempat mendapat teguran dari pihak Bupati. Dewi mengaku sudah meminta maaf, tapi pekerjaan yang sebelumnya dibahas belum jelas kelanjutannya. "Soal kerjaan untuk saya dari Bupati sampai sekarang belum ada komunikasi dan kejelasannya," ucapnya.

    Ia menegaskan transaksi dan hubungan yang terjalin dengan Natalis Tabuni murni pekerjaan. "Begini, yang jelas-jelas ketangkap foto mesra saja belum tentu ada hubungan spesial, apalagi aku. Aku baru ketemu sekali dan hanya sebatas hubungan kerja," kata Dewi.

    Terkait dengan uang yang sempat dipamerkan di akun Instagram-nya, Dewi Sanca tidak membantah berasal dari Natalis Tabuni. "Kalau uang gepokan itu benar adanya, tapi bukan karena hubungan spesial, itu sebagian uang untuk produksi film dokumenter," katanya.

    Dewi Sanca mengakui sempat bertatap muka dengan sang Bupati. Tapi, kata dia, pertemuan itu juga dihadiri sejumlah orang. "Saya pernah ketemu Bapak Bupati di Jakarta. Tapi saya enggak sendiri, ada aspri Bapak," ucapnya.

    TABLOIDBINTANG.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.