Para Pemain Warkop DKI Reborn Bergabung dengan Pasukan Oranye

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (ki-ka) Abimana Aryasatya pemeran Dono, dan Vino G Bastian pemeran Kasino bersiap untuk melakukan konfrensi pers peluncuran aplikasi AR (Augmenter Reality) Warkop DKI Reborn Jangkrik Boss Part 2 di Jakarta, 7 Agustus 2017. TEMPO/Nurdiansah

    (ki-ka) Abimana Aryasatya pemeran Dono, dan Vino G Bastian pemeran Kasino bersiap untuk melakukan konfrensi pers peluncuran aplikasi AR (Augmenter Reality) Warkop DKI Reborn Jangkrik Boss Part 2 di Jakarta, 7 Agustus 2017. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Tak henti-hentinya para pemain Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 2 melakukan promosi film dengan cara kreatif. Hari Ahad lalu para pemain film itu membaur dengan Pasukan Oranye mmbersihkan sampah di Ciganjur, Jakarta Selatan.

    Para pemain Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 2 yakni Tora Sudiro, Abimana Aryasatya, Vino G. Bastian, dan Indro Warkop,bergabung dengan Pekerja Penanganan Sarana dan Prasarana Umum (PPSU) atau yang kerap disebut Pasukan Oranye.

    "Ini apresiasi kami, karena Warkop punya semua orang, dari atas sampai bawah. Kami mau mendedikasikan untuk teman-teman Pasukan Oranye yang sudah menjaga kebersihan Jakarta. Menjaga kami tetap sehat," kata Indro, di sela acara, mewakili Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 2 lainnya.

    Meski terlihat cukup melelahkan, Indro mengaku sangat menikmati aktivitas promo dari kampung ke kampung yang dia lakukan bersama para juniornya itu. 

    "Waktu diminta Falcon, saya dijanjikan bahwa dari presiden sampai gembel akan ingat Warkop. Nah ini merupakan salah satu prakteknya. Kami ingin dekat dengan seluruh lapisan masyarakat," Indro menambahkan.

    Menurut rencana film Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 2 akan tayang akhir bulan ini.

    TABLOIDBINTANG.COM


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.