Empat Amanat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Di sebuah kafe. Lima personel grup band Topeng sedang melakukan performa: tiga cewek rupawan dan dua cowok tampan yang akrab sejak SMA. Kompak dan bersahabat. Tapi mereka dibedakan oleh perilaku dan takdir. Suatu hari, kecelakaan mobil membuat rencana mereka berantakan. Maut menjemput. Namun, ada seorang pembawa amanat yang selamat. Ia memberi pesan kebaikan kepada empat keluarga yang ditinggalkan.Inilah film terbaru Sekar Ayu Asmara, pembuat cerita dan sutradara Biola Tak Berdawai dan Belahan Jiwa. Ia menampilkan lima karakter utama dalam film produksi Multivision Plus ini. Ada Canting (Luna Maya), vokalis yang kepribadiannya meletup-letup, gemar mengumbar makian bermakna kotoran binatang bila marah, dan cemburu kepada pacarnya, Armand (Dimas Seto), yang pernah punya anak di luar nikah dengan Julia (Davina).Karakter cantik dan liar diwakili Brazil (Catherine Wilson), pemain bas seronok. Ia suka gonta-ganti cowok karena dendam. Kekasihnya menyuruh menggugurkan kandungan dan ingkar janji. Ia kena batu ketika berpacaran dengan pria ke-24, yakni kembar Oya dan Oyi (Raymond Y. Tungka). Ia kontras dengan si kalem Veruska (Rianti Cartwright), pemain keyboard religius, tapi hamil dan ketularan HIV dari pacarnya yang seorang psikolog. Veruska juga punya kepribadian yang tertekan.Ada lagi Prana (Vino G. Bastian), pemain gitar yang mendua antara istrinya, Sandra (Indah Kalalo), peramal dan paranormal, dan Erlita (Madina Wowor), penari salsa yang menuntutnya menikah. Semakin lengkap karakter manusia pesakitan itu dengan kehadiran Kuta (Lukman Sardi), penabuh drum dan pembuat tato artistik yang menyukai sesama jenis. Ia posesif terhadap kekasihnya, Mario (Ario Bayu), yang sudah memiliki istri yang sedang hamil besar, yakni Karina (Shareefa Danish).Sekar menampilkan kisah manusia dengan beban psikologis dan kuat dalam persahabatan. "Manusia bergelimang dosa," katanya pendek. Sekar beralasan keterbatasan durasi membuatnya tidak menjelaskan mengapa lima karakter itu menjadi orang sakit. Karena itu, perpindahan adegan membikin mata sepat. Adegan Canting koma, misalnya. Melihat jasadnya terbaring jadi serupa dengan adegan sinetron berlabel religi dan sejenisnya. Terlalu biasa dan miskin artistik.Pertunjukan musik dalam film tampak lebih sebagai tempelan dan jauh dari logika. Betapa tidak, band yang digambarkan tersohor itu hanya melakukan pertunjukan dua kali sejak awal sampai akhir film. Grup musik laris dan banyak penggemar sejatinya sibuk memenuhi jadwal show.Tapi personel band ini kesehariannya asyik berantem, berpacaran, bikin pesawat mainan untuk calon anak, bahkan ada yang batinnya tersiksa. Ada yang lebih tak masuk akal. Sandra, sang peramal, tidak punya pasien. Ia sibuk menerawang masa depan lewat bubuk kopi bekas minum di cangkir.Konsep cerita Sekar sebenarnya menarik. Ia bicara tentang manusia, harapan, dosa, dan menghargai kehidupan. Namun, penggarapannya sungguh tak memberi kesan mendalam.Judul: Pesan dari SurgaSutradara/skenario: Sekar Ayu AsmaraPemain: Luna Maya, Lukman Sardi, Catherine Wilson, Rianti Cartwright, Vino G. Bastian, Indah KalaloProduksi: Multivision Plus (MVP)EVIETA FADJAR

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.