Hari Ini dan Besok, 300 Musikus Jazz Menyemarakkan Surabaya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur PT Suara Surabaya Media Errol Jonathans (paling kiri) saat jumpa pers menjelang pagelaran even Jazz Trsffic Festival di cafe Take Five Surabaya, 17 Agustus 2017. Tempo/Kukuh Setyo

    Direktur PT Suara Surabaya Media Errol Jonathans (paling kiri) saat jumpa pers menjelang pagelaran even Jazz Trsffic Festival di cafe Take Five Surabaya, 17 Agustus 2017. Tempo/Kukuh Setyo

    TEMPO.CO, Surabaya - Sekitar 300 musikus jazz bakal tampil pada kegiatan  Jazz Traffic Festival  di Grand City Covex, Surabaya, Jumat-Sabtu, 18-19 Agustus 2017.

    Pertunjukkan yang digelar oleh Radio Suara Surabaya itu telah memasuki tahun ketujuh. Konsep pertunjukkan pun sama seperti tahun-tahun sebelumnya, yakni panggung indoor dan outdoor tampil secara bersamaan mulai pukul 14.00-23.30 WIB.

    Yang membedakan dengan yang sudah-sudah, tahun ini panitia menambah jumlah panggung utama dari tiga menjadi lima. Panggung-panggung itu berada di Covention Hall lantai tiga (indoor), satu panggung di Exhibition Hall lantai dasar (indoor) dan tiga panggung di area parkir (outdoor).

    Baca: Festival Jazz Traffic Surabaya Mengusung Semangat Kebebasan

    Sejumlah nama beken bakal menyemarakkan acara ini, antara lain Elfa’s Singer, Deddy Dhukun & Dian Permana Putra, Sheila On 7, Sammy Simorangkir, Virgoun, Efek Rumah Kaca, Anji, Dwiki Darmawan Pasar Klewer featuring Sruti, Indra Lesmana Keytar Trio, Yura Yunita dan Dewa Budjana.

    Tampil pula Sandi Winarta Trio, Endah N Reza, Mild Project, Indonesian All Star dan grup asal Prancis Samy Thiebault Quartet. Direktur Utama Suara Surabaya Media Errol Jonathan mengakui para musikus yang diundang untuk tampil tidak semuanya beraliran jazz. “Ini seperti pesta musik, karena sebagian penampil tidak murni jazz atau bahkan di luar genre jazz,” tuturnya.

    Menurut Errol, pada festival jazz berskala besar, kehadiran aliran musik di luar jazz sah-sah saja. Errol berujar telah menyaksikan berbagai ajang festival jazz di belahan dunia dan acap menemukan aliran musik lain dalam pagelaran itu. “Terkadang perbandingannya sampai 40 persen non-jazz, 60 persen jazz,” ujar penyiar senior itu.

    Errol menambahkan, yang istimewa pada Jazz Traffic Festival tahun ini ialah ditampilkannya kembali Indonesian All Star, para musikus jazz gaek yang malang-melintang sejak era 70-an.

    Beberapa personil Indonesian All Star, ucap Errol, bahkan telah wafat. “Yang masih aktif bermain tinggal Beny Mustafa dan Benny Likumahuwa. Ada formasi baru untuk menggantikan yang telah tiada,” kata Errol.

    Errol menambahkan Jazz Traffic sejatinya nama sebuah program siaran di Radio Suara Surabaya yang mengudara sejak 1983. Maestro jazz Bubi Chen tercatat pernah mengasuh program acara tersebut sejak 1985 sampai wafat pada 2012. “Sejak 2010 acara jazz on air itu kami tarik ke luar menjadi festival setiap tahun,” ujar Errol.

    KUKUH S. WIBOWO


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketentuan THR Ramadan 2021: Tidak Boleh Dicicil

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran THR Ramadan 2021 yang mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan undang-undang.