4 Peretas Game of Thrones Ditahan Polisi India

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sansa Stark ( Sophie Turner ) Game of Thrones. USATODAY

    Sansa Stark ( Sophie Turner ) Game of Thrones. USATODAY

    TEMPO.CO, Jakarta - Polisi India menahan empat orang yang dicurigai membocorkan episode dari serial Game of Thrones yang belum ditayangkan. Menurut polisi, tiga dari empat tersangka tersebut bekerja untuk Prime Focus Technologies, sebuah perusahaan di Mumbai yang memproses serial untuk situs layanan streaming India Hotstar, Sementara tersangka yang keempat adalah mantan karyawan.

    Baca: Para Penggemar Game of Thrones Siap-siap Kecewa Soal Berikut Ini

    Drama fantasi yang sangat populer tersebut telah menjadi acara yang paling sering dibajak di televisi dan beberapa episode terganggu oleh kebocoran berulang kali sebelum ditayangkan.

    Menurut polisi, tiga dari tersangka tersebut bekerja untuk Prime Focus Technologies, sebuah perusahaan di Mumbai yang memproses serial untuk situs layanan streaming India Hotstar, sementara tersangka yang keempat adalah mantan karyawan.

    Bocornya episode pada 4 Agustus yang berjudul The Spoils of War, terpisah dari peretasan terhadap HBO baru-baru ini. Peretasan tersebut termasuk pencurian informasi eksklusif, seperti pemrograman.

    "Kami menerima keluhan dari Prime Focus Technologies mengenai bocornya episode 4, serial ke-7," ujar wakil komisaris polisi di unit kejahatan siber Mumbai Akbar Pathan. "Dalam penyelidikan terungkap bahwa empat orang terlibat."

    Empat orang tersebut telah dikenai pidana pelanggaran kepercayaan dan pelanggaran terkait komputer. Mereka muncul di pengadilan dan dikembalikan ke penjara sampai tanggal 21 Agustus.

    Game of Thrones yang memenangkan penghargaan Emmy, banyak diikuti di Asia Selatan dan didistribusikan di India oleh Star India, anak perusahaan Twenty-First Century Fox.

    ANTARA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketentuan THR Ramadan 2021: Tidak Boleh Dicicil

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran THR Ramadan 2021 yang mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan undang-undang.