Selasa, 24 September 2019

Sha Ine Febriyanti Berharap Pramuka Terus Memperbaiki Diri  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktris Sha Ine Febriyanti membaca puisi berjudul

    Aktris Sha Ine Febriyanti membaca puisi berjudul "Doa, Di Mesjid" dalam acara #17anTempo yang bertema Merayakan Chairil Anwar, di gedung Tempo, Jakarta, 15 Agustus 2016. Tempo Channel

    TEMPO.CO, Jakarta - Artis Sha Ine Febriyanti mengaku sampai saat ini masih hafal Dasa Darma Pramuka. Maklum, ia memang salah satu pengurus di Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.

    Baca juga: Olivia Zalianty Berharap Gerakan Pramuka Juga Mewarnai Medsos

    Hanya saja pada hari ulang tahun Pramuka tahun ini Sha Ine Febriyanti tidak bisa berpartisipasi. “Kebetulan saya sedang syuting di Aceh bersama Koji Fukuda. Jadi tidak bisa terlibat dalam kegiatan Raimuna,” kata dia kepada Tempo, Selasa, 15/8. Raimuna adalah pertemuan Pramuka Penegak dan Pandega dalam bentuk perkemahan besar.

    Sha Ine Febriyanti menegaskan jumlah anggota Pramuka yang sangat banyak merupakan keunggulan tersendiri. “Jumlahnya jutaan. Scout kita adalah yang terbesar di dunia,” tuturnya.

    Tetapi, kata dia, memang sulit membedakan mana anggota Pramuka yang terjun karena kemauan sendiri dan tidak. “Sebagian orang menganggap kegiatan Pramuka hanya sebatas kewajiban dan seremonial saja."

    Dia menyoroti, saking luas dan besarnya jumlah anggota, pemerataan kualitas pelatihan dan standar edukasi sulit diterapkan.

    “Saya kira Pramuka butuh sistem yang baik, program yang kembali menyentuh alam dan diperuntukkan alam dan masyarakat. Juga kegiatan-kegiatan yang efisien dan efektif,” kata diaa.

    Sha Ine Febriyanti berharap Pramuka terus memperbaiki.  "Karena gerakan ini sungguh diperlukan anak bangsa,” ujar wanita yang mengaku menyukai kegiatan tali temali, jungle survival dan kemah tersebut.

    AMMY HETHARIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi dan Para Menteri di Pusaran Korupsi

    KPK menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi sebagai tersangka. Artinya, dua menteri kabinet Presiden Joko Widodo terjerat kasus korupsi.