Raffi Ahmad Nyatakan Mobil Koenigsegg di Rumahnya Hanya Titipan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Raffi Ahmad berbicara saat ikuti diskusi bertema kritik dan penegakan kode etik jurnalistik, di Gedung Dewan Pers, Jakarta, 18 November 2015. Raffi Ahmad mengakui kesalahannya yang telah melecehkan profesi wartawan seusai mengikuti program acara Happy Show di sebuah televisi swasta pada Minggu, 1 November 2015. TEMPO/Imam Sukamto

    Raffi Ahmad berbicara saat ikuti diskusi bertema kritik dan penegakan kode etik jurnalistik, di Gedung Dewan Pers, Jakarta, 18 November 2015. Raffi Ahmad mengakui kesalahannya yang telah melecehkan profesi wartawan seusai mengikuti program acara Happy Show di sebuah televisi swasta pada Minggu, 1 November 2015. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Raffi Ahmad meluruskan kabar soal mobil mewah Koenigsegg CCX yang ada di rumahnya. Raffi Ahmad terang-terangan mengakui mobil itu hanya titipan. 

    "Itu mobil orang lagi nitipin di rumah gue, gue pakai, dibilangnya mobil gue," kata Raffi Ahmad seputar mobil Koenigsegg saat ditemui di premiere film Rafathar, CGV Blitz, Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Sabtu (5/8).

    Kabar soal mobil mewah Koenigsegg CCX mulai ramai dibicarakan berawal dari cuitan Raditya Dika di Twitter. Dia berfoto bersama Raffidi dalam kendaraan itu. Karena foto itu juga, Raditya Dika di-mention oleh akun resmi Direktorat Jenderal Pajak.

    Akun tersebut minta Raditya mengingatkan Raffi Ahmad untuk mendaftarkan mobil tersebut sebagai harta di pajak tahunan.

    Raffi Ahmad mempersilakan siapa pun untuk mencek siapa pemilik mobil Koenigsegg tersebut. "Wajar aja banyak yang nanyain. Jangankan Ditjen Pajak, teman-teman gue aja yang di Bandung bilang, 'Wow mobilnya baru.' Padahal mobil lain dititipin aja. Emang itu mobil baru datang dititipin ke gue," kata dia.

    TABLOIDBINTANG.COM


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.