Ibunda Sempat Melafalkan Syahadat Di Telinga Ryan Thamrin

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kakak kandung Ryan Thamrin menangis saat sang adik dikebumikan. RIYAN NOFITRA

    Kakak kandung Ryan Thamrin menangis saat sang adik dikebumikan. RIYAN NOFITRA

    TEMPO.CO, Jakarta - Keluarga mengungkapkan bagaimana kondisi dokter Ryan Thamrin  sehari sebelum meninggal. Menurut kakak tertua almarhum, Hesta Asfirdiansyah, kondisi dr. Ryan Thamrin sebelum meninggal tidak kritis seperti kabar yang sempat beredar.

    "Kalau kritis kami bawa ke ruang ICU (dan) dikasih selang infus," katanya saat ditemui di rumah duka di Pekanbaru, Riau, Sabtu, 5/8. Fahmiah, ibunda dr. Ryan Thamrin mengatakan almarhum masih bisa bergerak seperti biasa sehari sebelum meninggal. "Masih bisa duduk, tapi disangga dari belakang," katanya.

    Kondisi kesehatan dr. Ryan Thamrin memang semakin menurun beberapa hari sebelum meninggal karena tidak mau makan. Suhu tubuhnya pun naik hingga 39 drajat.

    "Sehari itu dia sudah enggak mau makan, suhu tubuhnya sampai 39 drajat. Kalau kata anak- anak sekarang steep," kata sang ibu dengan raut sedih. 

    "Dia sama ibu, saya yang melepas, saya yang mengucapkan syahadat di kupingnya," sambung Hj Fahmiah sambil menangis.

    Dokter Ryan Thamrin meninggal dunia di usai 39 tahun pada Jumat (4/8) pagi sekitar pukul 03.30 WIB akibat menderita penyakit pada bagian lambung. Jenazahnya dikuburkan di TPU Labuay, Tangkerang, Pekanbaru, Riau, di hari yang sama.

    TABLOIDBINTANG.COM


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.