Repot Mati di Jakarta

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Tiga tubuh yang telah terbujur kaku itu dibaringkan sejajar di lantai. Tak lama kemudian, seorang pria pegawai kamar jenazah Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta, berdiri di depan ketiga jenazah yang terbungkus rapi dalam kain kafan putih itu. Salat gaib pun ditunaikan untuk tiga nama tak dikenal: seorang lelaki dewasa dan dua bayi yang baru lahir. Mereka tunawan alias tanpa nama.Kamera kemudian bergerak menyorot perjalanan para jenazah itu menuju tempat istirahat terakhir, tempat pemakaman umum Karet, Jakarta Selatan. Bersama jenazah tunawan lain, mereka dikubur dengan cukup layak oleh Dinas Pemakaman Provinsi DKI Jakarta.Perjalanan belum berakhir. Di sisi lain Kota Jakarta, seorang lelaki mengembuskan napas terakhir. Bedanya, ia tak meninggal sendiri dan tidak tanpa nama. Pria ini masih memiliki keluarga yang mengurus jenazahnya hingga liang lahat.Persoalan kemudian muncul, meski tak terlalu kentara. Di bagian awal, seorang pegawai tempat pemakaman umum menyebutkan keluarga yang ditinggal mati tak perlu menanggung biaya gali kubur. Namun, kamera dengan jelas menangkap transaksi antara penggali kubur dan keluarga almarhum. Keluarga ini dimintai biaya Rp 350 ribu untuk proses penggalian liang lahat.Kenyataan ini muncul dalam satu-satunya film dokumenter pemenang script development JiFFest 2005, Death in Jakarta. Film yang diputar perdana pada Minggu petang lalu di EX Plaza Indonesia, Studio XXI, Jakarta, karya Ucu Agustin, itu menyoroti betapa mahal meninggal di Ibu Kota. "Bull shit kalau orang bilang saat meninggal tak ada perbedaan antara si miskin dan si kaya. Perbedaan itu tetap ada," tutur Ucu dalam sambutannya.Selain Death in Jakarta, ada tiga film fiksi pemenang yang ditayangkan. Sebuah film menyentuh tentang kematian diungkap dengan pedih dan lugu oleh Tumpal Tampubolon dalam The Last Believer. Sedangkan pendekatan unik dalam memandang kehamilan di luar nikah muncul dalam Positive karya Astu Prasidya dan Utawa Tresno. Sementara itu, pertengkaran dalam kehidupan rumah tangga tampil berbeda dari yang lain dalam Anniversaries karya Ariani Darmawan.Sita Planasari AJadwal Penayangan:EX Plaza Indonesia, Studio XXI 4, 16 Desember 14.00 WIB

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.