Indira Soediro Bukan Orang Baru di Bidang Komunikasi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ignasius Jonan dan Indira Soediro. (Twitter)

    Ignasius Jonan dan Indira Soediro. (Twitter)

    TEMPO.CO, Jakarta - Indira Soediro yang tengah ramai diperbincangkan itu pernah menekuni beberapa bidang kegiatan. Salah satunya, Puteri Indonesia 1992 tersebut, pernah menjadi public relations sebuah perusahaan yang bergerak di bidang bisnis harta karun.

    Selain sebagai PR, di perusahaan yang bernama PT Tuban Oceanic Research and Recovery tersebut, Indira Soediro juga menjabat sebagai manajer pemasaran.  Dia bergabung di perusahaan itu pada tahun 1994. Belum berhasil dikonfirmasi apakah saat ini ia masih aktif di sana atau tidak.

    Mengenai pekerjaannya saat itu, Indira Soediro pernah mengatakan harta karun yang ditemukan dari dasar laut Indonesia itu dipilah-pilah lebih dulu. Yang masuk kategori bernilai budaya diserahkan ke pemerintah. "Sisanya baru dipasarkan," kata Indira, seperti ditulis majalah Tempo (1994).

    Selain itu, sebelum direkrut  Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Indira juga dikabarkan sebagai aktivis sosial di Woman Foundation.

    Menurut Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Hadi M. Djuraid, di kementerian ESDM Indira Soediro bekerja sebagai tenaga ahli bidang komunikasi. Tugasnya adalah membantu untuk berhubungan dengan media internasional dan lembaga-lembaga internasional.

    Indira Soediro diangkat sebagai tenaga ahli karena jabatan itu disediakan untuk profesional dari luar kementerian. "Berbeda dengan staf ahli yang merupakan jabatan struktural dengan kepangkatan tertentu," kata Hadi.

    Bisa jadi, latar belakang Indira Soediro yang pernah bekerja sebagai PR itu menjadi salah satu pertimbangan dia direkrut sebagai tenaga ahli komunikasi di Kementerian ESDM.

    TULUS WIJANARKO


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapolri Keluarkan 11 Langkah dalam Pedoman Penerapan UU ITE

    Kepala Kepolisian RI Jenderal atau Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengeluarkan pertimbangan atas perkembangan situasi nasional terkait penerapan UU ITE.