Psikopat, Film Pembunuhan Berantai Wanita Muda karena Cinta?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Film Psikopat. TEMPO/Hadriani P

    Film Psikopat. TEMPO/Hadriani P

    TEMPO.CO, Jakarta - "Hari kelahiranmu adalah waktu kematianmu."  Kalimat ini menjadi kata kunci dalam film Psikopat. Film bergenre horor yang diproduksi Citra Visual Sinema ini rencananya akan tayang di bioskop mulai 27 Juli 2017. Film ini menceritakan seorang laki-laki psikopat, yang suka membunuh wanita-wanita muda.

    Baca: The Babadook, Film Horor Seleksi Sundance 2014

    Film ini diangkat dari cerita tentang seorang psikopat berdarah dingin, yang membunuh sejumlah wanita muda dengan cara sadis dan mengerikan. "Film ini menghadirkan ketegangan dan suasana mencekam," kata Duke Rachmat, produser film ini pada peluncuran filmnya di Blok M Square Theater, di kawasan Melawai, Jakarta Selatan, Jumat, 21 Juli 2017.

    "Cerita di film ini murni fiksi, tetapi kami memberikan sensasi seperti terasa nyata karena persoalan yang dialami dekat dengan cerita anak muda masa kini," kata Niken Septikasari, yang juga memproduseri film ini.

    Dalam film ini menceritakan tentang Exel, Alisya, Chrissy dan Gigih yang mendapat teror dengan munculnya penampakan wanita berambut panjang. Di villa milik Randi, sang manajer Exel, ternyata ada hantu mendiang Lara yang menuntut balas atas kematiannya yang tidak wajar. Lara dibunuh dengan cara mengerikan dan sadis yaitu diseret, dibuang ke jurang dan dicekik lehernya dengan  plastik.  

    Kisah ini diawali ketika Gadis, pacar Randi, ditemukan tewas mengenaskan di depan kue ulang tahun. Dari hasil pemeriksaan polisi, Randi menunjukkan alibi bahwa dirinya tidak melakukan pembunuhan itu. Namun, seorang paranormal melihat sesuatu yang lain dari peristiwa pembunuhan itu.

    Baca: Film Indonesia Paling Dicari di Situs IMDB Amerika Serikat

    Dari hasil keterangan seorang paranormal, Mbah Marijan, ternyata Lara dan beberapa wanita muda dibunuh secara misterius disimpan di bunker di vila Randi dan dijadikan koleksi. Secara kejiwaan ternyata Randi, si pemilik vila dan manajer band Exel memiliki kelainan jiwa.

    "Randi selalu kalah bercinta, tidak pernah merasakan ada cinta yang tulus dari setiap wanita yang ditaksir dan dipacarinya, ini membuatnya dirinya jadi psikopat," kata Iqbal Perdana yang memerankan tokoh Randi. Demi mendalami perannya ini, Iqbal mempelajari karakter tokoh psikopat seperti Hannibal Lecter di film The Silence of the Lambs.

    Film ini dibintangi oleh Kezia Karamoy, Baby Margaretha, Aga Dirgantara, Iqbal Perdana, Marsya Doeni, Idon Juan, Mbah Mijan, dan Mila Cheah.

    Secara ide film ini menarik, hanya dalam penyajian gambar-gambarnya masih terlihat kaku belum mengalir dan asyik untuk dinikmati. Dari sisi ketegangan film ini cukup menghadirkan suasana yang mencekam meski terkesan lompat-lompat dan alurnya gampang ditebak. Nah, supaya tak penasaran silahkan menonton film ini!

    HADRIANI P.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?