Benarkah Ed Sheeran Tak Ber-twitteran Lagi Karena Mutung?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ed Sheeran. HBO

    Ed Sheeran. HBO

    TEMPO.CO, Jakarta - Setelah mendapat banyak komentar negatif di Twitter akibat kemunculannya di Game of Thrones, Ed Sheeran dikabarkan keluar dari salah satu jejaring sosial terpopuler di dunia tersebut.

    Banyak yang mengira, Ed Sheeran khawatir akan komentar negatif yang dilontarkan netizen kepadanya.

    Namun, baru-baru ini, melalui akun instagramnya, Ed Sheeran menyangkal keluar dari Twitter karena takut akan komentar negatif. "Terakhir aku akan bilang disini. Aku keluar dari Twitter dari dulu aku memang ingin keluar. Ini tak ada hubungannya dengan keterlibatanku sebagai cameo di Game of Thrones" katanya.

    Ia melanjutkan, keterlibatannya di Game of Thrones justru menjadi salah satu pengalaman hebat dalam hidupnya. "Karena aku ada di Game of Thrones, kenapa aku harus khawatir dengan apa yang akan orang bilang soal keterlibatanku. Ini pengalaman yang luar biasa," terang Ed.

    Pelantun Galway Girl tersebut menambahkan, kejadian ini memang kebetulan. "Ini kebetulan, tapi percayalah dengan apa yang kamu inginkan," lanjut dia.

    Sebelumnya, sang sutradara, Jeremy Podeswa memuji penampilan Ed di Game of Thrones. Ia menilai Ed seorang pekerja dan seseorang yang baik.

    "Dia memang pas untuk di scene tersebut karena memang ada bagian untuk bernyanyi. Kalau orang tak tahu siapa dia, mereka tak akan terus membicarakannya," katanya.

    "Kurasa orang terlalu berlebihan. Mereka membawa unsur superstar yang ia punya," kata dia.

    Kemunculan Ed Sheeran dalam serial drama fantasi Game of Thrones Musim ke-7 menjadi perbincangan para fan Game of Thrones. Pasalnya, penampilan Ed dalam episode pertama tersebut menuai banyak komentar negatif. Bahkan, tak jarang ia dijadikan bahan lelucon khususnya di Twitter.

    FEMALE FIRST | DINI TEJA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.