Katy Perry Ingin Berbaikan dengan Taylor Swift

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Katy Perry berpose di pemutaran perdana film

    Katy Perry berpose di pemutaran perdana film "Office Christmas Party" di Los Angeles, California, 7 Desember 2016. Penyanyi berusia 32 tahun ini turut memeriahkan premier film komedi. REUTERS/Mario Anzuoni

    TEMPO.CO, Jakarta - Beberapa tahun belakangan ini, hubungan penyanyi Katy Perry dan Taylor Swift dikabarkan tidak harmonis. Jalinan persahabatan keduanya goyah karena Katy Perry dituding telah 'mencuri' tiga penari milik Taylor pada konsernya, Red Tour pada 2014.

    Ditanya soal hubungannya dengan Taylor, pada program Today di Australia beberapa hari yang lalu, Katy mengatakan dirinya selalu mencintai Taylor. "Aku sayang dia. Selalu. Kami memang berbeda tapi aku selalu bilang, "Tuhan, berkati perjalanannya," ujar Katy saat itu.

    Sebelumnya, Taylor memang pernah membuat lagu berjudul Bad Blood yang disinyalir ditunjukkan untuk Katy Perry. Katy berharap ini saatnya mereka untuk kembali berteman dan melupakan yang telah berlalu.Taylor Swift. AP/Evan Agustini

    "Aku siap untuk melupakan semuanya. Seratus persen. Aku memaafkannya dan aku minta maaf untuk segala yang pernah kulakukan. Kuharap ini juga dirasakannya. Kurasa, ini memang sudah waktunya (untuk saling memaafkan)," lanjut pelantun Teenage Dream tersebut.

    Pada acara tersebut, Katy bahkan memuji musikalitas Taylor. "Aku menyayanginya dan aku ingin yang terbaik bagi Taylor. Bagiku, dia adalah penulis lagu yang luar biasa," kata dia.

    Katy juga merasa mereka berdua adalah dua diantara musisi wanita yang bisa dikategorikan sebagai penyanyi wanita terkuat meski mereka berbeda. "Kurasa dunia bisa bilang, 'oke, kita bisa melakukannya," katanya.

    Ia melanjutkan, dirinya mengerti dan bisa menerima jika pelantun You Belong With Me tersebut tidak bisa menyetujui semua perkataannya. Namun, hal ini bukan berarti ia dan Taylor tak bisa saling memaafkan.

    "Aku sangat ingin ke satu tempat bersamanya, saling memaafkan, saling mengerti dan menghargai," Katy menjelaskan.

    FEMALE FIRST | DINI TEJA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.