Iis Dahlia Luncurkan Album The Best, Ada 2 Lagu Berbahasa India  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyanyi dangdut Iis Dahlia menunjukkan cover album terbarunya berjudul The Best of Iis Dahlia dikawasan Kemang Jakarta, 19 Juli 2017.TEMPO/Nurdiansah

    Penyanyi dangdut Iis Dahlia menunjukkan cover album terbarunya berjudul The Best of Iis Dahlia dikawasan Kemang Jakarta, 19 Juli 2017.TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Iis Dahlia merilis album The Best of lis Dahlia pada Rabu (19/7) siang di KFC Kemang, Jakarta Selatan. Album tersebut sengaja dikeluarkan untuk menyambut 30 tahun Iis Dahlia berkarya di musik dangdut.

    Iis menyebutkan, album The Best of lis Dahlia itu bukti eksistensi dirinya sebagai penyanyi. Pasalnya, Iis belakangan dikenal sebagai juri ajang kontes dangdut.

    "Selama ini, ada saja yang bilang ke aku, kalau aku terlalu asyik jadi juri aja, jadi lupa sama profesi aku sebagai seorang penyanyi," ungkap Iis Dahlia.

    "Album ini aku bikinnya nyicil karena belakangan ini aku kan memang sibuk menjadi juri di ajang musik dangdut salah satu stasiun televisi ya," tambah Iis Dahlia.

    Menariknya, di album ini penyanyi kelahiran Indramayu, 29 Mei 1972 ini membawakan dua lagu berbahasa India, yakni berjudul Tum Hi Ho (Demi Kamu/Hanyalah Kamu) dan Sun Raha Hai (Saat Kurindu). Lagu itu ia ciptakan dalam bahasa Indonesia dan diterjemahkan oleh sahabatnya Ashraf.

    "Memang berwarna-warni. Kemasan musik bermacam-macam karena mewakili periode berbeda dari keberadaanku di musik dangdut Indonesia," kata Iis Dahlia.

    Iis Dahlia berharap, album terbarunya diterima dengan baik oleh pencinta musik dangdut. "Aku puas karena inilah album persembahan untuk penggemarku," pungkas ibu dua anak.

    TABLOID BINTANG.COM

    Video Terkait:
    Persembahan Pedangdut Iis Dahlia 3 Dekade Berkarya





     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.