Pesan Revaldo untuk Pecandu Obat Terlarang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain sinetron

    Pemain sinetron "AADC" Revaldo Fifaldi Surya Permana ditangkap pada 20 Juli 2010, dengan barang bukti 50 gram sabu, 1 paket ganja, 1 unit alat isap. Pada kasus narkoba yang keduanya ini, ia divonis tujuh tahun penjara dan denda sebesar 1 miliar subsider tiga bulan. ANTARA/Teresia May

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemain sinetron Fifaldi Surya Permana atau lebih akrab disapa Revaldo mengajak siapa saja yang tengah kecanduan narkoba untuk memeriksakan diri ke psikolog atau psikiater. “Datanglah ke psikolog, loe ngobrol, dan mereka akan tahu masalah loe apa,” katanya, Kamis, 15/7, di Jakarta.

    Revaldo pernah dihukum penjara dua kali karena tertangkap mengkonsumsi obat-obatan terlarang. Namun, setelah bebas dari penjara 5 September 2015, pemeran Bono dalam 30 Hari Mencari Cinta tersebut mengaku berobat ke psikiater dan psikolog. Sejak saat itu, dirinya merasa lebih baik dan menjauhi obat-obatan terlarang.

    “Kalau pesan gua, sih, buat teman-teman disana, kalau lo berpikiran untuk pakai atau udah pakai (narkoba), gua rasa lebih baik lo periksain diri lo,” ujar dia.

    Menurut pengalamannya, jika keadaan mental tidak stabil, bukan tak mungkin mereka akan mengkonsumsi narkoba. Dia menyarankan agar yang tengah mengalami hal seperti itu konsultasi ke psikolog. Dengan demikian, mereka akan membantu mencarikan solusi. “Jadi, lo enggak perlu ambil jalan pintas kea rah sana (mengkonsumsi narkoba),” katanya.

    Revaldo tak asal memberi pesan. Ia mengaku dirinya memang sempat memiliki masalah dengan kesehatan mentalnya. “Masalah yang kemarin itu masalah gua sama diri gua sendiri. Gua depresi,” kata dia.

    Pemeran Rangga dalam drama seri Ada Apa dengan Cinta? ini pada 30 Agustus 2006 dijatuhi hukuman penjara selama 2 tahun. Namun, karena karena kelakuan baiknya selama masa hukuman, ia akhirnya bebas bersyarat pada 7 September 2007. Pada 21 Juli 2010, Revaldo kembai dihukum selama 5 tahun penjaran karena mengkonsumsi shabu-shabu hingga akhirnya bebas pada 5 September 2015.

    DINI TEJA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.