Yogya akan Gelar Festival Seni di Kampung Pemain Musik Keraton

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Prajurit Keraton Yogyakarta mengawal arak-arakan gunungan Grebeg Syawal di halaman Masjid Gede Kauman, Yogyakarta, 18 Juli 2015. Sebanyak enam buah gunungan diarak dalam acara ini. TEMPO/Pius Erlangga

    Prajurit Keraton Yogyakarta mengawal arak-arakan gunungan Grebeg Syawal di halaman Masjid Gede Kauman, Yogyakarta, 18 Juli 2015. Sebanyak enam buah gunungan diarak dalam acara ini. TEMPO/Pius Erlangga

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta menyiapkan sebuah gelaran festival kesenian baru yang mengambil lokasi di sebuah perkampungan bernama Musikanan. Warga kampung ini sebagaian besar merupakan abdi dalem yang berprofesi sebagai pemain musik di Keraton Yogyakarta.

    Rencananya, festival tersebut akan digelar hampir sehari penuh pada Minggu 16 Juli 2017, mulai pukul 09.00 – 23.00 WIB. Lokasinya dipusatkan di sepanjang jalan perkampungan yang berada di sebelah timur Pagelaran dan Siti Hinggil Keraton, Kelurahan Panembahan, Kecamatan Keraton Yogyakarta.

    “Festival ini sebagai upaya pemerataan pengembangan daerah tujuan wisata dan mencegah tradisi bermusik di kampung itu tidak punah,” ujar Sekretaris Dinas Pariwisata DIY Ruse Sutikno Kamis 13 Juli 2017.

    Ketua Panitia Festival Kampung Musikanan, Priyo Mustiko menuturkan, Kampung Musikanan memiliki sejarah yang tidak beda jauh dengan kampung abdi dalem keraton Yogyakarta lainnya sesuai profesi dan ketugasan masing-masing di masa lalu. Seperti kampung Wirobrajan dan Patang Puluhan yang selama ini identik dengan kampung para prajurit abdi dalem keraton tempo dulu.

    “Di masa lalu kampung Musikanan terkenal dengan aktivitas budaya musiknya, sepanjang hari di kampung ini bisa terdengar keriuhan alat music dibunyikan para warganya,” ujar Priyo.

    Namun sekarang aktivitas bermusik dikampung itu mulai surut akibat berbagai perubahan zaman.  karena itu, Dinas Pariwisata imencoba menggerakkan para tokoh warga dan juga pemerintah dengan menggelar festival Musikanan.

    Priyo menjelaskan, setidaknya ada tujuh kegiatan utama akan digelar sehari penuh melalui festival Musikanan itu. Di mulai dari karnaval musik yang melibatkan  warga kampung. Mereka akan berkeliling kampung membawa berbagai alat musik dengan rute dari Jalan Kemitbumen-Jalan Wijilan-Jalan Ibu Ruswo-Jalan Pekapalan Kidul dan berhenti di depan SD Negeri Keputran I Musikanan.

    Menjelang siang, akan digelar pentas musik dii tiga panggung berbeda aliran musik. Panggung Musik Montecarlo (depan SD Negeri Keputran) menyuguhkan pertunjukkan orkestra, gitar kuartet, solo saxophone, dan jazz. Panggung Djoned (Depan Puskesmas Keraton berisi pertunjukan musik kolintang, etnik, dan akustik. Adapun di Panggung Miss Surip (di area Pasar Bludiran) digelar pertunjukkan keroncong sejumlah grup.

    Dalam festival ini juga digelar pameran foto dokumentasi, animasi, dan alat music kuno koleksi sejarah kampung Musikanan. Tak ketinggalan ada pula bazaar kuliner dan kerajinan yang digelar di sepanjang jalan area timur Pagelaran Keraton hingga jalan masuk kampung Musikanan.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapolri Keluarkan 11 Langkah dalam Pedoman Penerapan UU ITE

    Kepala Kepolisian RI Jenderal atau Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengeluarkan pertimbangan atas perkembangan situasi nasional terkait penerapan UU ITE.