Kaka Slank Konser, Ajak Lestarikan Lingkungan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aksi Kaka Slank ( kiri) bersama Bimo Setiawan alias Bimbim dalam konser di halaman Gedung KPK, Jakarta, 22 Februari 2016. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Aksi Kaka Slank ( kiri) bersama Bimo Setiawan alias Bimbim dalam konser di halaman Gedung KPK, Jakarta, 22 Februari 2016. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Manado - Vokalis grup band legendaris Slank, Akhadi Wira Satriaji atau lebih dikenal dengan nama Kaka Slank, Senin, 10/7, malam menggelar konser amal, untuk mendukung pelestarian alam dan lingkungan di empat pulau, di Sulawesi Utara. Yakni, Kinabuhutan, Talise, Bangka dan Gangga, yang masuk Kabupaten Minahasa Utara.

    Dalam konser yang bertajuk Suara Anak Pulau itu, Kaka Slank menyanyikan enam lagu hits. Kaka Slank yang ditemui disela-sela konser, mengatakan dirinya terpanggil mendukung kegiatan itu, mengingat isu yang diangkat, isu lingkungan. "Lingkungan, masa depan kita, untuk penerus di masa yang akan datang. Karena itu kita harus jaga dan pertahankan," tuturnya.

    Kaka Slank menyebutkan, wilayah Sulawesi Utara, adalah daerah yang akan diberi sumbangan hasil konser. Dia menyebutkan, daerah itu begitu indah, sehingga sangat disayangkan jika harus dirusak lingkungannya. "Ini kewajiban kita bersama, menjaga kelestarian alam Sulawesi Utara yang cantik dan menawan dengan beragam spesies terumbu karang dan spesies penghuni laut lainnya,," kata Kaka Slank.

    Pendiri Yayasan Suara Pulau Ulva Novita Takke, promotor konser amal itu, menyebutkan seluruh dana yang didapat dalam konser akan dipakai untuk menjalankan program pendidikan Belajar Bersama Alam. "Program ini akan diimplementasikan di beberapa desa, di Kepulauan Kinabuhutan, Talise, Bangka, dan Gangga. Target peserta kelompok siswa SD dan SMP," kata Ulva.

    Menurut Ulva, kegiatan pendidikan kesadaran hidup ramah lingkungan Belajar Bersama Alam, telah dijalankan selama lima tahun, di empat pulau itu, dengan tingkat partisipasi dan keberhasilan tinggi."Anak-anak pulau, kami menyebutnya. Mereka harus memiliki tingkat kehidupan yang lebih baik dari pendahulunya, dengan kualitas hidup meningkat,” kata dia.  

    ISA ANSHAR JUSUF


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.