Kerap Terjadi Pelecehan Seksual, Festival Musik Swedia Dibatalkan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bermain alat musik. shutterstock.com

    Ilustrasi bermain alat musik. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta -Festival Musik Swedia tak akan lagi diadakan pada pada tahun depan, karena beberapa laporan kasus pelecehan seksual yang terjadi sepanjang pelaksanaan acara pada tahun ini. Acara yang dimeriahkan oleh musisi papan atas seperti Kanye West, Robbie Williams dan Iron Maiden ini dilaksanakan pada 28 Juni samapai 1 Juli 2017.

    Festival ini diselenggarakan oleh Bravalla di Norrkoping, Swedia Selatan. Perwakilan pengelola mengatakan keputusan tersebut dibuat setelah terjadi kasus pemerkosaan yang dilaporkan pada hari Jumat, 30 Juni 2017. Polisi Swedia menyatakan terjadi sekitar 11 kasus pelecehan seksual dan satu pemerkosaan selama festival musik tersebut berlangsung.

    Pihak pengelola festival mengatakan telah berusaha mencegah terjaidnya pemerkosaan dan pelanggaran seksual. “Namun beberapa pria- karena kita berbicara tentang pria , sepertinya mereka tidak dapat berperilaku baik. ini memalukan.”

    Festival Musik Swedia pertama kali diselenggarakan pada tahun 2013 dan mampu menarik sekitar 40 ribu penonton. Salah satu imbauan  yang didengungkan selama acara adalah: "Menjaga satu sama lain, mematikan kebencian dan kekerasan serta membiarkan musik menang".

    Perdana Menteri Swedia Stefan Lofven pada sebuah konferensi pers yang diadakan Minggu, 2 Juli 2017 menyatakan amarahnya karena wania muda yang hanya ingin menikmati musik harus berhadapan dengan kasus seperti ini. “Ini adalah tindakan yang menjijikan dan kita harus menghentikan ini,” kaat dia.

    Lofven mengatakan Swedia membutuhkan kepolisian yang lebih baik, pengawasan video yang lebih banyak, dan hukuman yang lebih cepat bagi para pelaku.

    AMMY HETHARIA | BILLBOARD.COM


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.