Kado Penggemar Menumpuk, Via Vallen akan Bangun Museum

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Via Vallen. Instagram.com

    Via Vallen. Instagram.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Via Vallen, 25 tahun, menjadi pembicaraan setelah mengalahkan Ayu Tingting, Cita Citata, Nassar, dan Zaskia Gotik di malam puncak SCTV Music Awards 2017. Usai dinobatkan sebagai Penyanyi Dangdut Paling Ngetop, Via Vallen mengaku makin bangga menjadi penyanyi dangdut.

    Menurut dia, citra pedangdut sekarang tidak lagi identik dengan kata kampungan.
    “Banyak remaja yang tidak malu menyanyi dangdut dan menggemari musik ini. Banyak pula pedangdut yang kualitas hidupnya terangkat dan mendapat rezeki melimpah lewat musik dangdut,” beri tahu Via ketika berkunjung ke kantor tabloidbintang.com Jakarta, pekan lalu.

    Bukti banyaknya cinta untuk musik dangdut setidaknya tampak dari banyaknya kado yang diterima Via sesuai manggung off air. Di rumah Via Vallen, ada kamar khusus untuk menyimpan kado pemberian penggemar. Jumlah bonekanya, kata Via, bisa dipakai buat berdagang.

    “Sebenarnya bisa mendirikan toko boneka tapi kalau ketahuan penggemar, mereka pasti berpikir, 'Ini kan boneka pemberian saya kok malah dijual Via, sih?' Saya berencana membeli rumah baru untuk museum berisi pemberian penggemar,” kata Via Vallen.

    Namun sepertinya satu rumah pun tidak akan cukup untuk menampung kado penggemar. Sehabis manggung off air, Via Vallen tidak pernah pulang dengan tangan kosong. Sejak menang SCTV Music Awards 2017 tempo hari, frekuensi manggung Via Vallen kian padat. Akibatnya, ada beberapa mimpi yang mesti dikorbankan.

    “Dulu sempat daftar kuliah tapi makin ke sini kesibukan makin padat. Akhirnya, saya batal kuliah dan memilih ikut kursus pendek,” ujar Via Vallen.

    TABLOID BINTANG


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.