Kunto Aji Mahir Menulis Lirik Lagu Bermodal Banyak Membaca Buku  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penampilan penyanyi Kunto Aji menghibur pengunjung dalam ngabuburit jelang buka puasa dalam panggung Musik Bagus Day di Cilandak Townsquare, Jakarta, 1 Juni 2017. Penyanyi Kunto Aji merayakan hari lahirnya Pancasila selama satu jam lebih melalui penampilan akustiknya serta berbagi cerita dalam workshop Eksplorasi Suara. TEMPO/Nurdiansah

    Penampilan penyanyi Kunto Aji menghibur pengunjung dalam ngabuburit jelang buka puasa dalam panggung Musik Bagus Day di Cilandak Townsquare, Jakarta, 1 Juni 2017. Penyanyi Kunto Aji merayakan hari lahirnya Pancasila selama satu jam lebih melalui penampilan akustiknya serta berbagi cerita dalam workshop Eksplorasi Suara. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.COJakarta - Sejak kemunculannya sebagai solois pada 2014, penyanyi Kunto Aji dikenal dengan lagu yang liriknya indah dan puitis. Aji mengatakan ada satu kebiasaan yang membuatnya mahir membuat lirik yang indah.

    Baca: Ini Keunikan Sampul Album Perdana Kunto Aji

    "Saya termasuk orang yang suka baca. Saya enggak bisa tidur kalau enggak baca," kata Kunto Aji saat ditemui di Kaffeine The Foundry SCBD, Jakarta Pusat, Senin, 5 Juni 2017.

    Juara 4 Indonesian Idol pada 2008 ini mengatakan dia memang senang menyempatkan diri membaca buku. Terlebih lagi, menurut dia, ia memiliki waktu yang cukup untuk membaca.

    Baca: Kunto Aji Jadi Ayah - Tempo Seleb

    Karena terbiasa melihat tulisan yang indah inilah akhirnya Aji terinspirasi membuat lirik yang indah pula.

    Selain itu, ia mengaku darah seni yang ada dalam dirinya seakan sudah mendarah daging. "Walaupun saya kuliah akuntansi, masih ada darah seni di diri saya," kata pelantun Terlalu Lama Sendiri ini.

    DINI TEJA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?