Konser Aku Indonesia: Digagas demi Persatuan, Didukung 120 Musikus

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Imaniar. TEMPO/Nurdiansah

    Imaniar. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah konser musik yang bertemakan kebhinekaan Indonesia, akan digelar pada 20 Agustus 2017 di Auditorium TVRI, Jakarta. Konser itu diberi judul Aku Indonesia, dan akan melibatkan sekitar 120 pemusik dan penyanyi Indonesia dari berbagai genre dan era. Konser Aku Indonesia direncanakan akan dipanggungkan selama dua jam, pada pukul 21.00-23.00 WIB.

    "Ide pergelaran konser Aku Indonesia berangkat dari keprihatinan para seniman soal kondisi Indonesia saat ini, yang kami nilai terpecah-pecah. Kami ingin agar perpecahan ini disudahi, dan kita bersatu lagi sebagai bangsa Indonesia. Kami ingin mengingatkan kepada seluruh masyarakat tentang pentingnya menghargai kebhinekaan," ujar Sandec Sahetapy, tokoh perfilman Indonesia yang menjadi penggagas Aku Indonesia, Sabtu, 3 Juni 2017, di Jakarta.

    Penyanyi serbabisa, Imaniar, menjadi show director konser Aku Indonesia. Dia dibantu adiknya, Iwang Noorsaid dan Inang Noorsaid, serta melibatkan banyak artis senior maupun pendatang baru.

    "Kita tidak ingin menonjolkan kehebatan maupun ketenaran masing-masing artis pengisi acara, Mereka tidak akan menyanyikan lagunya sendiri yang populer, namun lagu-lagu orang lain. Semua artis punya peran sama, tidak ada bintang. Konsep yang saya sodorkan kurang-lebih, perjalanan sejarah musik Indonesia," kata Imaniar.

    Artis-artis yang direncanakan mendukung pergelaran konser Aku Indonesia, antara lain Koes Plus, Ikang Fawzi, Bob Tutupoly, Mus Mujiono, Daniel Sahuleka, Ernie Djohan, Lilis Carlina, Ratna Listy, Irma Dharmawangsa, David Naif,  Chicha Koeswoyo, Dina Mariana, Derby Romero, Indro Warkop, Saykoji, dan Prilly Latuconsina.

    DONNY WINARDI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.