Menara Ingatan Dalam Balutan Budaya Banyuwangian

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Poster pertunjukan teater musik Menara Ingatan yang akan dibawakan Teater Garasi di Teater Kecil, TIM. Foto: Teater Garasi

    Poster pertunjukan teater musik Menara Ingatan yang akan dibawakan Teater Garasi di Teater Kecil, TIM. Foto: Teater Garasi

    TEMPO.CO, Jakarta -Teater Garasi/Garasi  Performance Institut akan menggelar  pertunjukan teater-musik dalam judul Menara Ingatan. Pertunjukan berdasarkan  karya komposisi Yennu Ariendra (seniman Teater Garasi dan Kelompok Musik Melanchonic Bitch) akan dihelat di Teater Kecil 24-25 Mei 2017.

    Karya ini berangkat dari sejarah dan ingatan Indonesia yang dilihat dari sudut pandang sejarah Gandrung  Banyuwangi, yakni bentuk pertunjukan tradisi di Timur Pulau Jawa. Refleksi personal komposer dan kolaborator melihat Gandrung dan masyarakat Osing pendukungnya, keras kepala dalam menghadapi kekuasaan yang ingin meringkusnya. “Ini adalah tentang sebuah perlawanan,” demikian ditulis dalam rilis yang diterima Tempo.

    Komposisi musik dan pemanggungan akan meminjam bentuk pertunjukan Gandrung yang terdiri dari tiga babak yakni Jejer, Paju dan Seblang Subuh. Proses penciptaan karya ini juga didasarkan pada pengalaman pribadi sang komposer tentang tragedi 1965, yang menghilangkan nyawa kakeknya yang dituduh terlibat sebagai anggota PKI. Juga pengalaman kelam peristiwa penembakan misterius pada 1980-an dan pembantaian dukun santet serta isu ninja pada akhir 1990-an.

    “Ketika mengolah isu ini, saya bertemu dengan Gandrung. Dari sana saya belajar lagi sejarah perlawanan kerajaan Blambangan,” ujar Yennu Ariendra.

    Untuk komposisi dan penampilan musik, Yennu akan berkolaborasi dengan Andi Meinl, Asa Rahmana, Nadya Hatta dan Silir Pujiwati. Dalam pemanggungan dramaturgi disusun oleh Ugoran Prasad. Desain  suara oleh Yossy Herman Susilo; Desain cahaya oleh Iganisius Sugiarto. Didukugn pula oleh Timoteus Anggawan Kusno, Gunawan Maryanto, Dendi Madiya, Fidelis Krus, Muchammad Syachbudin, Ricky Unik dan Sri Qadariatin. DIAN YULIASTUTI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah KLB Partai Demokrat, Apa Kata AD/ART?

    Sejumlah kader ngotot melaksanakan KLB Partai Demokrat. Kubu AHY mengatakan bahwa pelaksanaan itu ilegal. Pasal-pasal AD/ART Partai dapat menjelaskan.