Ariana Grande Terpukul dan Membatalkan Konsernya di London

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah penonton konser  Ariana Grande yang berhasil keluar dari Manchester Arena setelah terjadinya ledakan di Manchester, 22 Mei 2017. REUTERS/Jon Super

    Sejumlah penonton konser Ariana Grande yang berhasil keluar dari Manchester Arena setelah terjadinya ledakan di Manchester, 22 Mei 2017. REUTERS/Jon Super

    TEMPO.CO, Jakarta - Ariana Grande tidak dapat menyembunyikan kesedihannya setelah mendengar kabar bahwa 19 penonton meninggal dunia dan puluhan lain mengalami luka-luka akibat bom yang meledak di konsernya di Manchester, Inggris, Senin malam, 22 Mei 2017, waktu setempat.

    Baca: Polisi Pastikan 19 Tewas dalam Ledakan Konser Ariana Grande

    Seorang sumber terdekat Ariana mengatakan kepada TMZ bahwa penyanyi itu sangat terpukul mengetahui hal tersebut. Menurut Ariana lewat sumber itu, banyak penonton belia datang ke Manchester dengan penuh antusias untuk menghadiri konsernya, tapi mereka sekarang mengalami luka-luka, bahkan ada yang meninggal dunia.

    Kepolisian Greater Manchester, Inggris, memastikan sedikitnya 19 orang tewas dan 50 lain terluka dalam ledakan tersebut.

    Dalam pernyataan terbaru, kepolisian Manchester melalui akun Twitter @gmpolice menyatakan insiden ini dianggap sebagai serangan teror hingga ditemukan bukti lain.

    Terkait dengan masalah keamanan dan keselamatan, konser lanjutan yang rencananya akan diselenggarakan di O2 Area, London, terpaksa dibatalkan. "Mengingat kondisi Ariana yang masih kaget dan tidak siap untuk tampil," ujar sumber tersebut.

    Seperti yang banyak diberitakan, bom di dekat pintu utama sebagai akses keluar penonton meledak sesaat setelah Ariana turun dari panggung. Ariana Grande tidak mengalami luka fisik sedikit pun.

    TMZ | ESKANISA RAMADIANI



     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.