Selain Marlina, 3 Film Indonesia Pernah Diputar di Cannes

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Daun di Atas Bantal. wikipedia.org

    Daun di Atas Bantal. wikipedia.org

    TEMPO.CO, Jakarta - Perfilman Indonesia kembali mengukir prestasi. Film Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak berhasil menembus festival film bergensi, Festival Film Cannes 2017. Film yang disutradarai oleh Mouly Surya ini akan ditayangkan perdana pada 24 Mei 2017 di Quinzaine des realisateurs (Directors' Fortnight).

    Baca: Film Marlina Diputar Perdana di Festival Film Cannes 2017

    Film tentang seorang wanita yang memenggal kepala perampok ini bukanlah satu-satunya film Indonesia yang pernah ditayangkan di festival film bergengsi tersebut. Marlina adalah film panjang ke empat Indonesia yang terseleksi dalam rangkaian Film di Festival Film Cannes.

    Tjoet Nja' Dhien (1988, Semaine de la Critique)

    Tjoet Nja' Dhien merupakan film drama epos biografi sejarah Indonesia. Film ini disutradarai oleh Eros Djarot. Film yang menceritakan tentang perjuangan pahlawan asal Aceh, Tjoet Nja' Dhien ini berhasil memenangkan Piala Citra sebagai film terbaik dalam Festival Film Indonesia 1988.

    Selain menjadi film Indonesia pertama yang ditayangkan di  Festival Film Cannes 1989, film yang dibintangi Christine Hakim, Slamet Rahardjo, dan Rudy Wowor ini juga sempat diajukan ke Academy Awards ke-62 pada 1990 untuk penghargaan Film Berbahasa Asing Terbaik. Sayangnya, film ini tidak lolos dalam pencalonan nominasi.

    Daun di Atas Bantal (1998, Un Certain Regard)

    Film yang dibintangi Christine Hakim, Daun di Atas Bantal juga berhasil ditayangkan pada sesi Un Certain Regard di  Festival Film Cannes 1998. Sama seperti Tjoet Nja' Dhien, film yang menceritakan kehidupan anak jalanan di Yogyakarta ini juga pernah dikirim untuk penghargaan Academy Award mewakili Indonesia.

    Uniknya, film yang disutradarai oleh Garin Nugroho ini diselesaikan di Australia karena krisis ekonomi melanda Indonesia.

    Serambi (2006, Un Certain Regard)

    Sama seperti Daun di Atas Bantal, Serambi diproduseri oleh Christine Hakim dan disutradari oleh Garin Nugroho. Bedanya, Serambi merupakan film dokumenter yang bercerita tentang pengemudi becak motor yang mencoba meneruskan hidup pascatsunami 2004.

    Meski mendapatkan respon yang kurang bagus pada saat ditayangkan Desember 2005, namun Serambi berhasil lolos seleksi Festival Film Cannes 2006 dalam kategori Un Certain Regard.

    DINI TEJA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Obat Sakit Perut Alami

    Berikut bahan alami yang kamu perlukan untuk membuat obat sakit perut alami di rumah.