Film Marlina Diputar Perdana di Festival Film Cannes 2017

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Adegan dalam film

    Adegan dalam film "Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak."Cinesurya

    TEMPO.CO, Jakarta - Film karya Mouly Surya Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak akan diputar perdana di Directors' Fortnight  Festival Film Cannes pada 24 Mei 2017.  Marlina adalah film Indonesia pertama yang lolos seleksi di rangkaian Festival Film Cannes selama 12 tahun terakhir, setelah Tjoet Nja' Dhien (1988, Semaine de la Critique), Daun di Atas Bantal (1998, Un Certain Regard) dan Serambi (2006, Un Certain Regard).

    "Saya excited akhirnya film ini jadi, setelah dikerjakan selama tiga tahun," kata Mouly dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat, 12 Mei 2017. "Satu perjalanan sudah selesai dalam pembuatan film, sekarang perjalanan baru dimulai. Semoga Marlina bisa ditonton lebih banyak orang."

    Directors' Fortnight yang diselenggarakan pada Festival Film Cannes oleh Asosiasi Sutradara Film Prancis sejak 1969 telah menemukan dan mengorbitkan banyak sutradara besar seperti Werner Herzog, George Lucas, Martin Scorsese, Jim Jarmush, Michael Haneke, Spike Lee, dan Sofia Coppola.

    Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak ditulis oleh Mouly Surya dan Rama Adi berdasarkan ide cerita Garin Nugroho. Garin pertama kali menyodorkan ide cerita pada akhir 2014. Awalnya ide itu diberi judul Cerita Perempuan.  Garin kemudian  menawarkan pada Mouly untuk mengembangkannya jadi sebuah film. Mouly diberi kebebasan untuk meraciknya jadi film layar lebar.

    "Kata mas Garin dia tidak bisa membayangkan seperti apa jadinya kalau cerita dikembangkan oleh Mouly," kata produser Rama Adi.

    Inti cerita Marlina si Pembunuh dalam Empat Babakberkutat pada kekuatan kaum hawa. Menurut Mouly, itulah alasan mengapa Garin ingin idenya dieksekusi seorang perempuan.

    Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak bercerita tentang seorang janda asal Sumba (Marsha Timothy) yang memenggal kepala seorang lelaki dan membawa kepalanya ke mana pun setelah lelaki itu dan teman-temannya merampok dan melecehkan dirinya.

    Rama mengungkapkan Marlina merupakan dramatisasi suatu kejadian yang pernah terjadi menurut pengakuan Garin. Distribusi Marlina untuk Eropa saat ini sedang diurus. Sementara di Indonesia rencananya film ini akan tayang pada akhir 2017.

    ANTARA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.