Aktivis dan 'Geng Motor' Banten Bikin Gerakan Motor Literasi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seratus anggota organisasi Motor Literasi akan mendonasikan 2000 buku ke Banten Selatan pada 13-14 Mei 2017. Firman Hadiansyah

    Seratus anggota organisasi Motor Literasi akan mendonasikan 2000 buku ke Banten Selatan pada 13-14 Mei 2017. Firman Hadiansyah

    TEMPO.CO, Serang - Sejumlah pegiat literasi dan komunitas motor ("geng motor") di Povinsi Banten membentuk organisasi Motor Literasi (Moli) yang bergerak di bidang kampanye literasi dan mengadakan tur literasi 312 km ke Banten Selatan pada 13 dan 14 Mei 2017.

    Tur akan diisi berbagai kegiatan, antara laiin diskusi literasi, pementasan seni tradisi adat, donasi buku, perlombaan edukasi dan penyuluhan anti korupsi (literasi anti korupsi). "Kami akan mendonasikan 2000 buku ke Banten selatan, " kata Dr. Firman Hadiansyah, M. Hum, Ketua Motor Literasi, seperti tertulis dalam pernyataan pers yang dikirim pada Jumat, 12 Mei 2017.

    Baca juga: Presiden Joko Widodo Antusias Bertemu Para Pegiat Literasi

    Dari sejumlah buku tersebut, 1500 buku berasal dari Komisi Pemerantasan Korupsi, dan 500 buku donasi dari masyarakat. Sekitar 100 anggota Moli akan membagikan buku-buku tersebut ke 15 Taman Bacaan Masyarakat (TBM) di Banten selatan, yang berpusat di kampung adat Cibadak desa Warung Banten, suatu perjalanan terjauh yang pernah mereka lakukan.

    Desa Warung Banten dipilih, selain karena akses bahan bacaan di sini terbatas, juga karena desa tersebut sedang memulai gerakan literasi lokal. "Kami tidak terlalu percaya bahwa minat membaca di Indonesia rendah. Akses terhadap bahan bacaanlah yang kurang dan tidak merata, terutama disparitas antara Banten Utara dan Banten Selatan, " kata Firman.

    Masih menurut Firman, perjalanan tur literasi ini bukan hanya sekadar membagi donasi buku, tapi juga merupakan perjalanan budaya. "Di Bayah, Tan Malaka pernah menginjakkan kaki di sana, menyamar sebagai Iljas Husen. Ada tugu Tan Malaka untuk mengenang 93 ribu pribumi yang tewas karena jadi romusha, " kata Firman.

    Moli yang baru saja dibentuk memiliki program rutin, antara lain gerilya buku (door to door) menemui donatur buku, lapak buku (menyediakan bahan bacaan gratis di area publik), SPD (sorting, packing, distributing), dan tur literasi (membagikan buku ke TBM/perpustakaan desa). Mereka juga mengajak secara swadaya-partisipatif keterlibatan masyarakat untuk mendonasikan buku-buku dan menyebarkannya kepada TBM/ Komunitas Literasi yang membutuhkan, sehingga akses bacaan menjadi merata. 

    Sementara Firman Hadiansyah adalah Ketua Forum TBM Pusat yang pada 2 Mei 2017 memimpin 38 pegiat literasi memenuhi undangan makan siang Presiden Joko Widodo. Dosen Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Serang ini juga pegiat di TBM Rumah Dunia yang dikelola pengarang terkenal Gol A. Gong. *

    Kelik M. Nugroho


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?