Mengenang Bartje van Houten, Pencipta Lagu Hidup di Bui

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah keluarga dan kerabat berada di dekat jenazah saat musisi Bartje Van Houten disemayamkan di rumah duka RS St Carolus Salemba, Jakarta, 5 Mei 2017. ANTARA/Aprillio Akbar

    Sejumlah keluarga dan kerabat berada di dekat jenazah saat musisi Bartje Van Houten disemayamkan di rumah duka RS St Carolus Salemba, Jakarta, 5 Mei 2017. ANTARA/Aprillio Akbar

    TEMPO.CO, Jakarta - Indonesia kehilangan salah satu musisi dan pencipta lagu Indonesia terbaik. Bartje van Houten (1950-2017) meninggal dunia pada Jumat, 5 Mei 2017 dan dimakamkan di pemakaman Menteng Pulo Jakarta pada Ahad, 7 Mei 2017.

    Baca juga: Sejarah Musik Indonesia dalam Bingkai Almanak

    Berikut sekilas profil tokoh berdarah Ambon ini. Bartje van Houten adalah pendiri, pemimpin, gitaris dan pencipta lagu utama band D'Lloyd. Bersama D'Lloyd, Bartje van Houten telah menciptakan ratusan lagu dan 100 album dari berbagai genre antara lain pop, keroncong, Melayu Deli, Betawi dan Mandarin.

    Band D'Lloyd pada awalnya merupakan band perusahaan perkapalan Djakarta Lloyd, yang kemudian melepaskan diri dari perusahaan dan melanjutkan karir mereka secara profesional dengan menghasilkan album perdana yang sukses Titik Noda. Band D'Lloyd adalah salah satu fenomena musik tahun 1970-an: format band, genre pop yang menghasilkan album aneka genre, dan prolifik. D'Lloyd adalah salah satu band yang menjamur di era Koes Plus.

    Lagu-lagu D'Lloyd sangat populer pada masanya, antara lain lagu Hidup di Bui, Semalam di Malaya, dan Titik Noda. Dengan vokalis utama Syamsuar Hasim, alias Syam D'LLoyd yang mempunyai karakter vokal khas dan pas untuk lagu-lagu Melayu, D'Lloyd meraup jutaan penggemar di Malaysia dan Singapura.

    Majalah Rolling Stone ediisi Februari 2014 memasukkan nama Bartje van Houten dalam "100 Pencipta Lagu Indonesia Terbaik" dan menduduki peringkat 66. Dalam catatan Rolling Stone, Bartje van Houten mulai bermusik tahun 1965 yang bersama musisi Minggoes Tahitoe membentuk band Harbour Beat. Nama Bartje mulai dikenal luas publik setelah bergabung dalam band D'Lloyd. Hidup di era Orde Baru, lagu Hidup di Bui pernah dilarang pemerintah, karena lirik launya dinilai mendiskreditkan lembaga pemasyarakatan di Indonesia.

    Pada pertengahan 1970, Bartje banyak menulis lagu ntuk para penyanyi solo, antara lain Eddy Silitonga, Ade Manuhutu, Arie Koesmiran, dan Melky Goeslaw. Pada 1984, lagu Satu dalam Nada Cinta karya Bartje van Houten -- yang dinyanyikan Vina Panduwinata -- menjadi finalis dalam ajang Festival Lagu Pop Indonesia. *

    Kelik M. Nugroho


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.