Kenang Bartje van Houten, Bens Leo: Dia Kurang Berani Ngomong  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah keluarga dan kerabat berada di dekat jenazah saat musisi Bartje Van Houten disemayamkan di rumah duka RS St Carolus Salemba, Jakarta, 5 Mei 2017. ANTARA/Aprillio Akbar

    Sejumlah keluarga dan kerabat berada di dekat jenazah saat musisi Bartje Van Houten disemayamkan di rumah duka RS St Carolus Salemba, Jakarta, 5 Mei 2017. ANTARA/Aprillio Akbar

    TEMPO.CO, Jakarta – Kabar duka datang dari musikus Bartje van Houten. Pentolan grup musik D’Lloyd itu meninggal pada Jumat, 5 Mei 2017. Bens Leo, pengamat musik yang juga sahabat Bartje, mengaku kaget mendengar berita tersebut,

    “Menurut istrinya, Mbak Titi, Bung Bartje ini gak punya riwayat sakit, dalam arti gak pernah dirawat, dan meninggalnya relatif agak mendadak,” kata Bens saat dihubungi Tempo, Senin, 6 Mei 2017.

    Bens dan Bartje pernah bekerja sama dalam beberapa acara musik yang diadakan oleh Presiden Indonesia ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY. Salah satunya adalah menjadi juri dalam acara lomba menyanyi lagu-lagu karya SBY di Pacitan, Jawa Timur.

    Dalam acara tersebut, Bens menceritakan, dia harus mewakili Bartje mengumumkan pemenang lomba. “Bang Bartje ini kurang berani ngomong di muka umum, jadi saya yang ngomong,” tuturnya. Bartje, menurut Bens, takut keliru saat berbicara di depan orang banyak.

    Bens juga pernah menjadi fotografer group musik D’Lloyd untuk sampul album pertama, Titik Noda, pada 1971, yang dirilis dalam piringan hitam. Bens mengatakan pemotretan yang dilakukan di atas kapal Djakarta Lloyd dengan kamera Yashica Mat dan film medium format ukuran 6 x 6.

    “Suara kameranya kecil sekali karena jauh. Bartje yang suka teriak, ‘ini udah belum sih?’” Bens mengenang. Kejadian tersebut pun diceritakan kembali oleh Bartje saat on air di salah satu stasiun televisi nasional. “Wartawan ini (Bens) bisa nulis dan bisa motret juga, waktu itu kameranya gak bunyi,” ujar Bens, mengulangi perkataan Bartje.

    Bens mengatakan rasa kehilangan dirasakan bukan hanya oleh para pencinta musik Tanah Air, melainkan juga penggemar D’Loyd di negeri jiran, Malaysia.

    Bens tidak mengetahui kapan dan bagaimana acara tribute untuk Bartje. “Biasanya kalau kita kehilangan teman yang cukup dekat itu, para musikus senior akan kumpul bareng, mengenang seseorang itu,” tuturnya.

    Bartje van Houten meninggal pada usia 65 tahun saat menuju rumah sakit dari kediamannya di kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat. Bartje disemayamkan di rumah duka Rumah Sakit St. Carolous dan dimakamkan pada Minggu, 7 Mei 2017, di TPU Menteng Pulo, Jakarta Selatan.

    AMMY HETHARIA



     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapolri Keluarkan 11 Langkah dalam Pedoman Penerapan UU ITE

    Kepala Kepolisian RI Jenderal atau Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengeluarkan pertimbangan atas perkembangan situasi nasional terkait penerapan UU ITE.