Chicco Jerikho Ramaikan Acara Ngopi dan Baca Puisi di Tempo

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Chicco Jerikho di kantor Tempo, Palmerah, 2 Mei 2017. Tempo/Ratih Purnama

    Chicco Jerikho di kantor Tempo, Palmerah, 2 Mei 2017. Tempo/Ratih Purnama

    TEMPO.CO, Jakarta - Kita tak pernah tahu apa yang pernah digerus ibu di dapur tuanya. mungkin bumbu, amarah, rindu, airmata atau sebakul doa.//kita hanya tahu setelah ibu tak lagi menjejakkan langkahnya di sana. seperangkat mutu dan cobek tersusun rapi. sepi. kecuali alunannya yang terus menggema. menggerus hati kita. tanpa henti./ya tuhan, betapa agungnya episode surga yang pernah menyala di dapurnya.

    Puisi berjudul Dapur karya Rukmi Wisnu Wardani itu dibacakan aktor Chicco Jerickho dalam acara #Ngopidikantor di gedung Tempo Lantai 5, Jalan Palmerah Barat Nomor 8, Jakarta, Selasa, 2/5, lalu. “Kenapa aku pilih (puisi) ini, kebetulan ketika aku kecil aku dekat sama ibu aku,” kata Chicco.

    Ia membaca puisi Dapur dengan penuh penghayatan, meskipun puisi itu baru dipilihnya beberapa saat sebelum didaulat tampil ke pentas. Semua mata terpacak ke panggung dengan latar belakang hitam tersebut. Bahkan, setelah puisi itu selesai dibacakan, penonton yang berjumlah puluhan orang tersebut memintanya agar membacakan satu puisi lagi. “Lagi… lagi…,” kata mereka ramai-ramai. “Kurang panjang (puisinya)…,” ujar penonton lain.

    Chicco, yang berkaus hitam dan memakai topi fedora, tak kuasa menolak. Iwank Kurniawan, yang memandu acara, membantu memilihkan puisi dari buku antologi puisi tentang kopi karya penyair Nusantara, 1.550 Mdpl, untuk dibacakan Chicco. Ya, kali ini ia membaca puisi tentang kopi. “Kali ini adalah karya dari Ariadi Rasidi. (Judulnya) Pesan bagi Petani Kopi Temanggung,” ujarnya. Maka, larik-larik puisi kopi pun mengalir.

    Chicco bersama Maudy Ayunda adalah bintang tamu acara ngopi yang diadakan rutin setiap Selasa siang di gedung Tempo itu. Kegiatan tersebut hasil kreasi awak Tempo pencinta kopi yang dimotori Eko Punto, Ijar Karim, dan Aji Yuliarto. Tiap pekan, bintang tamunya berbeda-beda, biasanya datang dari kalangan selebritas dan tokoh publik. “Ini baca puisi pertama di acara #ngopidikantor. Kalau menyeduh di acara baca puisi pernah, seperti di Teras Budaya,” ujar Eko. Teras Budaya adalah salah satu acara seni di Tempo.

    Selanjutnya: Para sastrawan merayakan kopi dan puisi


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.