Batal Konser, Giring Nidji Minta Dipijitin Isteri

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Band Nidji tampil dalam konser Pesta Rakyat HUT ke 71 Kemerdekaan RI di GBK Senayan Jakarta, 17 Agustus 2016. Konser tersebut dimeriahkan sebanyak 17 musisi diantaranya Slank, Noah, Astrid, Nidji, Armand Maulana, Denada, Lea Simanjuntak, Sandhy Sondoro, Yura Yunita, TEMPO/Nurdiansah

    Band Nidji tampil dalam konser Pesta Rakyat HUT ke 71 Kemerdekaan RI di GBK Senayan Jakarta, 17 Agustus 2016. Konser tersebut dimeriahkan sebanyak 17 musisi diantaranya Slank, Noah, Astrid, Nidji, Armand Maulana, Denada, Lea Simanjuntak, Sandhy Sondoro, Yura Yunita, TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Para personil Nidji diliputi kesedihan mendalam karena konser yang direncanakan tanggal 5 Mei harus batal karena alasan keamanan.

    "Jujur aja tadi malam pas kami dengar info ini, kami berenam sedih banget. Kayak dengkul sama kaki enggak nyentuh tanah. Saya (sampai) minta dipijitin ke istri," ungkap Giring, vokalis Nidji, Rabu, 3/5.

    Konser bertajuk "Arti Sahabat" itu rencananya digelar pada 5 Mei 2017, namun terpaksa ditunda, karena situasi politik di Jakarta yang kurang kondusif.

    "Kami terpaksa menunda jadwal konser yang seharusnya tanggal 5 Mei, ke waktu yang belum ditentukan," kata Giring

    Giring mengaku baru mengetahui penundaan konser Nidji Selasa malam. Mendengar kabar tersebut, dia dan personel lainnya langsung diselimuti kesedihan tak kepalang. Sebab, persiapan konser sudah sampai 80 persen lebih.

    Meski sangat sedih, dia berusaha mengambil hikmah di balik peristiwa ini. Konser Arti Sahabat ditunda, kata Giring, agar ada waktu lebih banyak lagi untuk lebih mematangkan konser Arti Sahabat nanti.

    "Tentu ada hikmahnya semuanya. Kemarin waktu kiami masuk studio, ngeluarin banyak ide tapi mepet. Mungkin ini ada hikmahnya biar kami latihan," kata Giring Nidji..

    TABLOIDBINTANG.COM


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketentuan THR Ramadan 2021: Tidak Boleh Dicicil

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran THR Ramadan 2021 yang mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan undang-undang.