Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak Lolos Festival Cannes 2017

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Adegan dalam film

    Adegan dalam film "Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak."Cinesurya

    TEMPO.CO, Jakarta - Karya terbaru sutradara Mouly Surya, 36 tahun, Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak lolos seleksi di Quinzaine des réalisateurs (Directors Fortnight) yang berlangsung paralel dengan Cannes Film Festival 2017.

    “Terseleksi di festival ini saya berharap bisa memberikan kesempatan kepada Marlina untuk mendapatkan distribusi yang lebih luas dari film-film saya sebelumnya. Sungguh sebuah kehormatan besar bisa berada di Directors’ Fortnight yang telah banyak menemukan Auteurs dunia dan terkenal dengan karya yang lebih edgy. Sungguh sebuah panggung yangg cocok untuk Marlina.“ Kata Mouly lewat keterangan pers.

    Saat ini Marlina sedang dalam proses pasca produksi di Paris.

    Sejak diselenggarakan pertamakalinya di tahun 1969, Directors' Fortnight, yang diselenggarakan pada Festival Film Cannes oleh Société des Réalisateurs de Films (Asosiasi Sutradara Film Prancis), bertujuan untuk mendukung pembuat film dan mendorong talenta baru ke hadapan khalayak umum serta kritikus film pada perlehatan festival film terpenting di dunia ini.

    Dalam sejarahnya, Directors' Fortnight menemukan dan mengorbitkan banyak sutradara besar seperti Werner Herzog, George Lucas, Martin Scorsese, Jim Jarmush, Michael Haneke, Spike Lee, Sofia Coppola dan lainnya.

    Film-film yang teseleksi akan diputar di festival yang diselenggarakan tanggal 18 hingga 28 Mei 2017 di Cannes, lalu akan ada pemutaran di Marseille, Paris, Geneva, Roma, Milan, Florence dan Brussels.

    Marlina bercerita tentang seorang janda yang mencari keadilan setelah rumahnya diserang segerombolan perampok. Film ini ditulis oleh Mouly Surya dan Rama Adi berdasarkan ide cerita Garin Nugroho.

    Marlina diproduseri Rama Adi dan Fauzan Zidni, serta dibintangi oleh Marsha Timothy, Dea Panendra, Yoga Pratama dan Egi Fedly.

    Marlina merupakan film produksi bersama Cinesurya, Kaninga Pictures (Indonesia), Sasha & Co Production (Prancis), Astro Shaw (Malaysia), HOOQ Originals (Singapura) dan Purin Pictures (Thailand).

    Sebelumnya, proyek film ini terseleksi ikut Asian Project Market di Busan International Film Festival 2015 dan Cinefondation L’Atelier Cannes Film Festival 2016.

    Film ini menerima dukungan pembiayaan dari Talents Tokyo Next Masters Support Programme dan subsidi Cinémas du Monde dari Kementerian Luar Negeri Prancis.

    Marlina merupakan film keempat Indonesia yang terseleksi dalam rangkaian Festival Film Cannes setelah sebelumnya Tjoet Nja’ Dhien (1988, Semaine de la Critique), Daun di Atas Bantal (1998, Un Certain Regard), dan Serambi (2006).

    Sebelumnya Mouly menyutradarai film What They Don't Talk About When They Talk About Love (2013), film Indonesia pertama yang masuk seleksi World Cinema Dramatic Competition Sundance Film Festival. Film pertamanya, Fiksi (2008), mengantar Mouly menjadi satu-satunya perempuan peraih Piala Citra untuk kategori sutradara terbaik.
    BISNIS.COM


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.