Tsania Marwa Mendapat Laporan Anaknya Dilarang Sekolah oleh Arik

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tsania Marwah. instagram.com

    Tsania Marwah. instagram.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Proses perceraian Tsania Marwa, 26 tahun, dan Atalarik Syach diwarnai konflik perebutan anak. Hubungan mereka pun makin memanas saat Tsania merasa dihalang-halangi bertemu dengan dua buah hatinya, Syarief dan Shabira. 

    Baca juga: Atalarik Syah Bantah Halangi Tsania Marwa Bertemu ... 

    Tsania juga mengaku mendapat kabar bahwa putera sulungnya (Syarief) dilarang sekolah oleh Arik. Dia sangat kecewa dengankeadaan itu. "Saya dapat laporan dari orangtua murid, dari Atalarik pergi umrah anak saya nggak sekolah. Itu saya dapat laporan," ujar Tsania Marwa di Pengadilan Agama Cibinong, Bogor, Jawa Barat,Selasa, 18/4. "Dan saya (juga) dapat pernyataan resmi itu dari salah satu orang rumah."

    Tsania pun tak habis pikir mengapa Atalarik tega melarang anaknya sekolah. "Saya nggak tahu. Ya mungkin faktor keamanan atau apa saya nggak paham," kata Tsania Marwa.

    Tak hanya itu, dari informasi yang diterima Tsania, puteranya di sekolah sempat menangis karena sudah lama tak bertemu ibundanya. "Nangis terus, katanya kangen uminya," beber Tsania Marwa.

    Baca juga: Atalarik Syach Terkejut dengan Tindakan Tsania Marwa

    Sudah sebulan Tsania tak terpisah dari dua buah hatinya yang masih kecil. Syarief dan Shabira dibawa oleh Atalarik dari rumah ibunda Marwa beberapa waktu lalu.

    "Yang kedua anak saya kemarin ada ambil rapor. Saya dapat info dari salah satu orang tua murid, teman saya. Saya tanya sama suster baik-baik, 'Sus siapa yang besok yang ambil rapor Syarief', kata suster 'Bapak Bu'. Habis itu saya langsung diblok kan? Ternyata nggak diambil. Saya dapat info dari gurunya, nggak diambil rapornya Syarief," kaya Tsania Marwa.

    TABLOID BINTANG.COM


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapolri Keluarkan 11 Langkah dalam Pedoman Penerapan UU ITE

    Kepala Kepolisian RI Jenderal atau Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengeluarkan pertimbangan atas perkembangan situasi nasional terkait penerapan UU ITE.