Coldplay Peringati Tragedi Sewol Saat Konser di Korea Selatan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana Stadion Rajamangala, Bangkok, menjelang aksi Coldplay, Jumat, 7 April 2017. (Tempo/Bagjah Hidayat)

    Suasana Stadion Rajamangala, Bangkok, menjelang aksi Coldplay, Jumat, 7 April 2017. (Tempo/Bagjah Hidayat)

    TEMPO.CO, Seoul - Band asal Inggris Coldplay memperingati korban tragedi kapal feri Sewol, yang menjadi bencana maritim terburuk di Korea Selatan, saat menggelar konser "A Head Full of Dreams" di Seoul, Ahad malam, 16 April 2017.

    Kantor berita Yonhap melaporkan dalam konser yang digelar di Stadion Jamsil Stadium, Seoul, Coldplay berhenti di tengah lagu Yellow, diikuti dengan vokalis band Chris Martin yang mengatakan, "Kami ingin menghentikan acara ini sekarang karena lagu ini dan karena feri Sewol (tragedi)."

    Martin menambahkan, "Kami hanya ingin mengambil momen dengan kalian semua untuk mengirim cinta dan doa", dan meminta penonton untuk diam sejenak berdoa selama 10 detik. Tiga gambar besar pita berwarna kuning ikonik ditampilkan pada layar panggung selama jeda.

    Kapal feri dengan berat 6825 ton bernama Sewol itu terbalik dan tenggelam di lepas pantai barat daya Korea Selatan pada 16 April 2014, 300 orang tewas dan hilang dalam tragedi tersebut. Sebagian besar korban merupakan siswa dari SMA di Ansan, selatan Seoul.

    Sekitar 100.000 orang berkumpul dalam dua hari konser Coldplay di Seoul, menjadi konser musik tunggal artis asing terbesar di Korea Selatan, demikian Yonhap. *

    ANTARA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.