Maudi Ayunda dan Menteri Nila Moeloek Membaca Surat-surat Kartini

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para pembaca puisi

    Para pembaca puisi "Panggung Para Perempuan Kartini" berfoto bersama di ruang tunggu VVIP sebelum acara dimulai di Museum Bank Indonesia, Jakarta, 11 April 2017. TEMPO/Rezki

    TEMPO.CO, Jakarta - Artis Maudi Ayunda mengenakan kebaya hitam dengan konde dalam acara “Panggung Para Perempuan Kartini” di Museum Bank Indonesia, Jakarta, Selasa, 11 April 2012. Dia satu panggung dengan Menteri Kesehatan Nila S. Moeloek dan Deputi Gubernur BI, Rosmaya Hadi.

    Maudi mengaku bangga bisa membacakan Surat Kartini. Dia mengaku sebagai fans dari Kartini. “Jangan ambil pena saya, janganlah mengusik kami,” ucap Maudi membacakan  “Surat untuk RM. Abendanon Mandri” yang ditulis Kartini pada 12 Oktober 1902. “Bagi saya diam itu tidak jujur.”

    Menteri Nila menyampaikan kepada penonton, bahwa dia melihat apa yang pernah dipikirkan sosok Kartini ternyata saat ini terjadi kepada bangsa kita. “Ini adalah peringatan kepada kita. Kita harus mempunyai jati diri sebagai bangsa kita, terutama saya ingatkan untuk anak-anak muda kita, kita harus bertanggung jawab terhadap masa depan kita yang masih panjang.”

    Nila pun membacakan “Surat Kartini kepada Zeehandelaar”, yang ditulis di Jepara, 25 Mei 1899. “Syukurlah kami belum pernah memerangi minuman keras...” kata Nila membacakan surat itu. Peradaban itu, ujar dia, memuat berkah tapi ada pula buruknya. Nila pun merasa kekhawatiran Kartini kini telah terjadi. “Saya mengingatkan apa yang dikatakan ibu Kartini saat ini kita hadapi.”

    Deputi Gubernur BI, Rosmaya Hadi, mengaku senang sekali ada di antara dua wanita yang menurut dia adalah penerus Kartini.
    REZKI ALVIONITASARI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.