Chicco Jerikho Tak Idealis Soal Kopi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktor Chico Jericho diatas catwalk memperagakan koleksi Batik Danar Hadi kolaborasi dengan desainer Chossy Latu bertajuk Solometrik di Jakarta Fashion Week (JFW) 2016, Jakarta, 29 Oktober 2015. Solometrik, Solo Metropolitan Batik, artinya Batik Danar Hadi sebagai produsen batik asal Solo ingin mengembangkan busana batik menjadi tren modern dan fashionable. TEMPO/Nurdiansah

    Aktor Chico Jericho diatas catwalk memperagakan koleksi Batik Danar Hadi kolaborasi dengan desainer Chossy Latu bertajuk Solometrik di Jakarta Fashion Week (JFW) 2016, Jakarta, 29 Oktober 2015. Solometrik, Solo Metropolitan Batik, artinya Batik Danar Hadi sebagai produsen batik asal Solo ingin mengembangkan busana batik menjadi tren modern dan fashionable. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - “Gue enggak pernah bercanda soal kopi.” Kalimat itu diucapkan Ben, seorang barista dalam film Filosofi Kopi yang diperankan aktor Chicco Jerikho Jarumillind, 32 tahun. Ben adalah pria serius dan tahu kopi luar-dalam. Untuk mendalami perannya, Chicco magang di beberapa kedai kopi di Jakarta. Ia juga kursus di ABC School of Coffee di Pasar Santa, Jakarta Selatan.

    Baca juga: Minum Kopi Sehari Maksimal 5 Gelas Saja, Ini Kata Peneliti

    Tak lama setelah memerankan Ben, ia bergelut dengan dunia kopi. Bersama aktor Rio Dewanto dan beberapa kawannya, ia membuka kedai Filosofi Kopi di kawasan Blok M, Jakarta Selatan. Tapi, dalam dunia nyata, Chicco tak bisa terlalu idealis soal kopi. Ia sempat membintangi iklan salah satu merek kopi instan, minuman yang biasanya tak akan disentuh mereka yang sudah mengenal kopi dengan benar. “Duitnya dari situ,” ujarnya, terkekeh, Senin dua pekan lalu.

    Chicco mengatakan kontrak iklan itu sudah selesai. Kalau ada tawaran lagi, ia tak akan menolaknya. “Duitnya bisa gue pakai buat bikin (kedai) Filosofi Kopi baru,” kata Chicco, yang sedang merampungkan film Filosofi Kopi 2, yang akan ditayangkan di bioskop Juli mendatang.

    Setelah mengenal kopi lebih dalam, sebagai bekal bermain film, Chicco pun memahami pengolahan biji kopi hingga kopi terhidang. Tapi, bekal itu tak sepenuhnya memberi pengaruh dalam kesehariannya. Pria berdarah Jawa-Thailand ini menuturkan, di lokasi syuting, lebih sering tersedia kopi instan ketimbang kopi yang langsung diolah dari bijinya. “Ngopi instan kadang-kadang aku sih yes. Kayaknya belum ngopi bener, tapi kalau kepepet banget, saya minum,” ujar Chicco, yang mengaku tak anti-kopi instan. *

    Sumber: Majalah Tempo


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.