Galeri Nasional Pamerkan 15 Lukisan Triyadi Guntur Wiratmo  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Triyadi Guntur Wiratmo. dgi.or.id

    Triyadi Guntur Wiratmo. dgi.or.id

    TEMPO.CO, Jakarta - Galeri Nasional Indonesia akan memamerkan lukisan karya ilustrator Triyadi Guntur Wiratmo.  Pameran berjudul Between the Lines itu  berlangsung di Gedung D mulai Senin, 10 April 2017 hingga 23 April 2017.

    Galeri Nasional bekerja sama dengan Rachel Gallery akan memamerkan 15 lukisan mix media. Kurator pameran Rizki A. Zaelani mengatakan lukisan-lukisan Guntur memiliki kekuatan gambar, serta berusaha membingkai proses interaksi visual dari pengalaman dan pemahaman tentang sejarah.

    Karya-karya Guntur berusaha mempertemukan kembali ingatan pada momen sejarah dalam bingkai pemaknaan yang tak lagi persis sama. Judul Between The Lines, sebagai demonstrasi bagi pengalaman menikmati ketertiban, harmoni, dan ketrambilan dalam kontras dan penumpukan garis-garis secara intens.

    "Bagi saya, Guntur tengah mengilustrasikan semacam cara pengertian atau penerimaan mengenai situasi persoalan kini yang tak mudah untuk dijelaskan," tuturnya.

    Selain menampilkan karya, Guntur juga akan hadir dalam kegiatan Artist Talk pada 22 April mendatang pukul 15.00 - 17.00 di gedung D.

    Kepala Galeri Nasional Indonesia Tubagus Andre Sukmana menilai Triyadi Guntur Wiratmo bukan hanya sekadar pelukis dan ilustrator.  Lebih dari itu, Guntur merupakan seniman yang memilih jalan kesenian untuk mengasah kepekaan sosio-kultural tentang berbagai fenomena yang terjadi dalam masyarakat. "Guntur kemudian menuangkannya dalam visual melalui karya yang menyiratkan makna dan pesan," katanya.

    Suka menggambar sejak umur 2 tahun, Guntur sempat belajar menggambar pada Dullah dan Affandi. Ia kini aktif di dunia pendidikan dan dunia praktisi. Guntur tercatat sebagai Staf Pengajar di Program Studi Desain Komunikasi Visual, FSRD ITB, kajian keilmuan Komunikasi Visual dan Multimedia dengan minat khusus pada Desain Grafis, Ilustrasi, Retorika Visual, Metode Analisis Visual.

    Guntur juga aktif dalam kajian budaya visual, sebagai pembicara maupun sebagai peneliti. Anggota Forum Studi Kebudayaan FSRD ITB ini tercatat sebagai perancang beberapa Corporate Identity untuk institusi maupun badan usaha. Ia menjadi konsultan desain grafis untuk rancang grafis uang kertas Bank Indonesia, Kampanye P4B untuk KPU, serta Kampanye Indonesian Forest Seed Project.

    Guntur juga menjadi kontributor ilustrasi untuk Edisi Khusus Majalah Tempo, Penerbit Mizan, PT.Pos Indonesia, juga Center for Southeast Asian Studies-University of Wisconsin. Sebagai seniman, ia aktif berkarya dan melakukan pameran di dalam maupun luar negeri.

    BISNIS


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.