Cartoon Contest 2017 Diikuti Ratusan Kartunis Berbagai Negara

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang bocah melihat anggota Persatuan Kartunis Indonesia (Pakarti) yang sedang menggambar dengan tema Kota Jakarta di jalan MH Thamrin, Jakarta, Minggu (23/6). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Seorang bocah melihat anggota Persatuan Kartunis Indonesia (Pakarti) yang sedang menggambar dengan tema Kota Jakarta di jalan MH Thamrin, Jakarta, Minggu (23/6). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Semarang - Peserta Cartoon Contest 2017 membengkak hingga 508 orang. Para kartunis itu datang dari berbagai negara.

    Panitia mencatat jumlah peserta yang mendaftar pada penutupan pada 31 Maret 2017 naik dari 116 orang dibanding pada 1 Maret lalu. “Di luar dugaan panitia, jumlah kartunis yang berpartisipasi dalam lomba ini cukup fantastis,” kata Komisioner Lomba, Jitet Koestana, Selasa, 4 april 2017.

    Jitet menjelaskan peserta yang mendaftar itu mengirimkan 1.404 karya lukisan karikatur. Panitia telah menyeleksi pada tahap awal untuk menentukan 300 nominator pada Minggu 2 april 2017.

    Selain Jitet,  tim juri yang menilai karya karikatur  adalah Darminto M Sudarmo, Pengamat Humor Indonesia yang didampingi tim kreatif Semarang Cartoon Club (SECAC).

    “Penjaringan nominator lomba kartun di rumah Darminto di Bukit Kencana Jaya, Semarang. Seleksi memakan waktu cukup lama mengingat jumlah karya yang mamasuk cukup banyak,” kata Jitet menambahkan.

    Ia menyebutkan proses seleksi menemukan sejumlah karya yang mengagetkan, di antaranya banyak yang karya yang menarik dari segi teknik menggambar, namun karya tersebut tidak memiliki pesan untuk disampaikan.

    Menurut Jitet, karya yang masuk banyak yang perlu diolah lagi karena pesan dari karya karikatur yang dibuat tidak jelas. Meski begitu, dari karya peserta Cartoon Contest 2017 itu muncul nama-nama kartunis baru dalam dunia kartun Indonesia. Mereka kebanyakan masih remaja dan tidak tergabung dalam kelompok kartunis manapun. “Namun mampu menunjukkan kualitasnya,”katanya.

    Tercatat kartunis dari dalam negeri yang berpartisipasi dalam lomba terbanyak, mencapai mencapai 218 orang . Mereka dinilai tak kalah secara tehknis dari kartunis luar negeri, meski dari sisi ide masih kalah.

    “Kartunis luar akarnya lebih kuat. Sekali gambar gagasannya matang. Mau buang saja sayang, karena bagus,” katanya.

    Jitet mengatakan, sebenarnya banyak hal yang bisa digarap dari tema transportasi yang diajukan panitia. Mulai dari lalu lintas, kendaraan hingga perlengkapan seperti helm. Namun tak banyak peserta yang menggalinya.

    Cartoon Contest 2017 yang disponsori Astra Motor International ini sengaja mengangkat tema Transportasi dengan subtema Etika Berlalu-lintas. Karya-karya para kartunis itu akan dipamerkan sekaligus peberian penghargaan akan pada pertengahan Mei 2017 di di Pasar Raya Sri Ratu Semarang.

    EDI FAISOL


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.