Lukisan Potret Diri Mao Karya Andy Warhol Terjual Rp 168 Miliar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mao Tse Tung meninggalkan wasiat agar tubuhnya dikremasi bila meninggal dunia, kini tubuh Mau Tse Tung yang diawetkan berada di Mausoleum, di tengah Lapangan Tianamen. AP

    Mao Tse Tung meninggalkan wasiat agar tubuhnya dikremasi bila meninggal dunia, kini tubuh Mau Tse Tung yang diawetkan berada di Mausoleum, di tengah Lapangan Tianamen. AP

    TEMPO.CO, Jakarta - Lukisan potret diri bekas pemimpin Cina Mao Zedong karya Andy Warhol terjual ASD 12,6 juta (setara Rp 168 miliar) dalam pelelangan di Hong Kong, kurang dari proyeksi harga jual ASD 15 juta. Lukisan tersebut terjual kepada seorang kolektor pribadi dalam lelang Ahad malam, 2 April 2017, di Sotheby's, demikian menurut kantor berita Reuters.

    Baca juga: Lukisan Termahal Sepanjang Masa

    Pelukis Amerika Serikat Andy Warhol mulai melukis serangkaian potret diri Mao Zedong di atas kain sutra pada 1972, ketika hubungan Cina dan Amerika Serikat, yang bermusuhan dalam Perang Dingin, mulai mencair setelah kunjungan bersejarah Presiden Richard Nixon ke Beijing.

    Andy Warhol (1928–1987) adalah seorang seniman,  sutradara avant-garde, penulis dan figur sosial Amerika. Andy Warhol juga bekerja sebagai penerbit, produser rekaman dan aktor. Dengan latar belakang dan pengalamannya dalam seni komersial, Andy Warhol menjadi salah satu pencetus gerakan Pop Art di Amerika Serikat pada 1950-an.

    Karya-karya Andy Warhol yang paling dikenal adalah lukisan-lukisan (cetakan sablon) kemasan produk konsumen dan benda sehari-hari yang sangat sederhana dan berkontras tinggi,  misal gambar sebuah pisang pada sampul album musik rock The Velvet Underground and Nico (1967), dan potret-potret ikonik selebritas abad 20, seperti Marilyn Monroe, Elvis Presley, Jacqueline Kennedy Onassis, Judy Garland, Elizabeth Taylor dan Brigitte Bardot. *

    ANTARA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.