KPI Juga Berhentikan Acara Selebrita Pagi Trans7

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta - Selain DahSyat RCTI, program infotainmen Selebrita Pagi (Trans 7) mendapat sanksi penghentian sementara dari KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) Pusat.

    Berdasarkan pemantauan dan hasil analisis, KPI Pusat menemukan pelanggaran pada program siaran “Selebrita Pagi” yang ditayangkan oleh stasiun Trans 7 pada 28 Februari 2017 pukul 07.30 WIB.

    Baca juga: KPI Hentikan Sementara Acara Musik DahSyat RCTI 

    Selebrita Pagi episode tersebut menampilkan liputan Chef Aiko yang memiliki kemampuan melihat hal gaib sedang mengunjungi Setu Mangga Bolong dan menyampaikan perihal keberadaan siluman ular.

    Dikatakan Komisioner sekaligus Koordinator bidang Isi Siaran KPI Pusat, Hardly Stefano, segmen tersebut dikategorikan sebagai pelanggaran terhadap perlindungan terhadap anak, pembatasan program siaran bermuatan mistik, horor, dan supranatural, serta penggolongan program siaran.

    Tayangan bermuatan mistik, horor, dan/atau supranatural yang menimbulkan ketakutan dan kengerian khalayak dikategorikan sebagai siaran klasifikasi D (Dewasa) dan hanya dapat ditayangkan pukul 22.00-03.00 waktu setempat.

    “KPI Pusat memutuskan tindakan penayangan program siaran tersebut terbukti melakukan pelanggaran terhadap Pasal 14, Pasal 20 dan Pasal 21 Ayat (1) Pedoman Perilaku Penyiaran serta Pasal 15 Ayat (1), Pasal 32 dan Pasal 37 Ayat (4) huruf b dalam Standar Program Siaran KPI tahun 2012,” kata Hardly. Berdasarkan pelanggaran tersebut, KPI Pusat memberikan sanksi administratif berupa penghentian sementara tayangan selama 2 (dua) hari yaitu pada tanggal 28 Maret 2017 dan 7 April 2017.

    Pada kesempatan itu, Hardly meminta Trans 7 agar menjadikan P3 dan SPS KPI tahun 2012 sebagai acuan utama dalam penayangan sebuah program siaran. *

    TABLOID BINTANG.COM


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.