Festival Karawitan Digelar di Sleman

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para pengrawit mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta berkumpul di Pendopo Ki Panjangmas ISI Yogyakarta, sejak Kamis (13/14) kemarin hingga hari ini dalam rangka memecahkan rekor dunia Pagelaran Karawitan Terlama 24 jam Non stop. TEMPO/Suryo Wibowo

    Para pengrawit mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta berkumpul di Pendopo Ki Panjangmas ISI Yogyakarta, sejak Kamis (13/14) kemarin hingga hari ini dalam rangka memecahkan rekor dunia Pagelaran Karawitan Terlama 24 jam Non stop. TEMPO/Suryo Wibowo

    TEMPO.CO, Jakarta - Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menggelar Festival Karawitan 2017 yang pesertanya khusus perempuan. Bertempat di area parkir utara Lapangan Denggung yang diselenggarakan pada Sabtu, 25 Maret dan Ahad, 26 Maret 2017, acara itu menawarkan  hadiah total Rp 39 juta lebih. 

    "Hadiah akan diberikan kepada para pemenang, pemain instrumen, dan sinden terbaik, “ kata pelaksana tugas Kepala dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman Aji Wulantoro. Acara itu diikuti 17 grup karawitan yang mewakili semua kecamatan di Kabupaten Sleman,

    Menurut dia, tujuan penyelenggaraan untuk melestarikan budaya khususnya seni karawitan gayaYogyakarta. "Festival diikuti perempuan dan sebagian anak-anak untuk pemain instrumen sebagai wujud partisipasi perempuan dalam menjaga kelestarian budaya atau kesenian sesuai visi Pemerintah Kabupaten Sleman -- menciptakan masyarakat yang berbudaya," katanya.

    Bupati Sleman dalam sambutan pembukaan festival karawitan tersebut yang diwakili Asekda Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Supardi menyampaikan apresiasinya atas diselenggarakannya Festival Karawitan 2017 tersebut.  "Karawitan sebagai salah satu kesenian asal Yogyakarta seiring berkembangnya jaman mulai memudar dan ditinggalkan," katanya.

    Menurut dia, terselenggaranya acara tersebut diharapkan dapat membangkitkan semangat generasi muda untuk mempelajari dan melestarikan seni budaya khususnya karawitan.  

    Penilaian festival menghadirkan tiga dewan juri dari unsur akademisi, praktisi seni, dan seniman karawitan dari Keraton Yogyakarta. *

    ANTARA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?