Manager Meninggal, Staf JKT48 Theater Berbusana Hitam

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Boyband SMASH memegang Piala SCTV Music Awards 2014 usai memenangkan Kategori Boy/Girlband Paling Ngetop pada malam penganugrahan SCTV Music Awards 2014 di Hall D Kemayoran, Jakarta (17/4). SMASH  menyisihkan pesaingnya Blink, Cherrbelle, Coboy Junior dan JKT48. TEMPO/Nurdiansah

    Boyband SMASH memegang Piala SCTV Music Awards 2014 usai memenangkan Kategori Boy/Girlband Paling Ngetop pada malam penganugrahan SCTV Music Awards 2014 di Hall D Kemayoran, Jakarta (17/4). SMASH menyisihkan pesaingnya Blink, Cherrbelle, Coboy Junior dan JKT48. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Suasana booth JKT48 Theatre, Rabu siang, 22 Maret 2017 sedikit berbeda. Booth yang biasanya buka dan dipenuhi oleh fans JKT48 terlihat sepi, setelah kabar meninggalnya Inao Jiro, sang manager.

    Baca juga: Beban Kerja Diduga Motif Bunuh Diri Manager JKT48

    Memang, saat itu booth 'bersih' dari fans. Namun sesekali terlihat staf teater berbaju hitam yang berlokasi di FX Sudirman Jakarta tersebut masuk-keluar ruang khusus staf sejak pukul 14.00.
    Pada pukul 16.30 sore, staf berbaju hitam semakin banyak. Namun sayangnya tak ada satupun yang mau memberikan keterangan perihal menggalnya Inao Jiro. "Lihat aja di website. Saya enggak tahu!," kata salah satu staf berbaju hitam seraya pergi. 

    Inao Jiro ditemukan meninggal dunia akibat gantung diri pada Selasa, 21 Maret 2017. Jasadnya pertama kali ditemukan oleh sang istri di kamar mandi. Kapolsek Tangerang Selatan, Mansuri menduga ia bunuh diri karena tekanan pekerjaan yang berat. *

    DINI TEJA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.