Industri Film Dewasa Jepang Raih 20 Miliar Dolar AS per Tahun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Tokyo - Industri film dewasa Jepang meraup sekitar 20 miliar dolar AS per tahun. Saat ini industri tersebut harus rela membiarkan salah satu artisnya pensiun. Setelah satu dekade membintangi film dewasa, aktris film biru Jepang yang dikenal aktris tertua di dunia ini akhirnya memutuskan pensiun pada usia 80 tahun.

    Maori Tezuka, mantan penyanyi opera yang debut di Jepang dan mengembangkan industri film dewasa pada usia 71 tahun, beralasan keputusannya dipengaruhi kurangnya lawan main yang sepadan. "Saat lampu menyala, kau berusaha sebaik mungkin," kata Maori Tezuka kepada media lokal seperti dilansir AFP. "Saya tidak menyesal, tapi syuting menjadi sulit ketika aktornya bukan tipe saya."

    "Ini bukan soal uang. Saya sudah diminta kembali dalam dua atau tiga tahun, saya bilang saya akan memikirkannya, " kata Maori Tezuka. 

    Geronto-porn adalah bisnis besar di Jepang di mana sekitar 34 juta orang atau seperempat dari total penduduk, berusia di atas 65 tahun. *

    ANTARA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.