Setelah Mediasi, Penahanan Andika Kangen Band Ditangguhkan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Andika Mahesa Setiawan, 28 tahun, mantan vokalis Kangen Band melangsungkan pernikahan dengan Chairunisa alias Chacha, 17 tahun, warga Bandar Lampung. (09/02). Tempo/NUROCHMAN ARRAZIE

    Andika Mahesa Setiawan, 28 tahun, mantan vokalis Kangen Band melangsungkan pernikahan dengan Chairunisa alias Chacha, 17 tahun, warga Bandar Lampung. (09/02). Tempo/NUROCHMAN ARRAZIE

    TEMPO.CO, Jakarta - Keinginan Andika, vokalis Kangen Band untuk menghirup udara bebas akhirnya terwujud. Sabtu, 18 Maret 2017 tersangka kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) itu keluar dari sel tahanan Polresta Bandar Lampung setelah penangguhan penahanannya dikabulkan oleh pihak berwajib. 

    Baca juga: Andika Kangen Band Dilaporkan Istrinya ke Polisi

    Menurut Toto Ruhanto, pengacara Andika, proses pembebasan kliennya bisa tercapai setelah dilakukan beberapa kali mediasi dengan pihak keluarga Chairunisa atau Caca, istri Andika. Mediasi itu untuk memastikan satu poin yang dari awal belum ada kesepakatan. mengenai ganti rugi berupa nominal uang," tutur Toto saat dihubungi tabloidbintang.com.

    Namun mediasi pada hari itu tidak selesai. Salah satu kerabat Caca meninggal dunia, sehingga pertemuan ditunda hingga keesokan harinya. "Hari Sabtu itu saya mediasi lagi jam 9. Akhirnya tercapai kesepakatan," kata Toto. 

    Kesepakatan damai ditandatangani Andika, Caca, pengacara, dan orang tua Caca. Andika keluar dari sel tahanan sekitar pukul 5 sore. Andika  dijemput oleh pengacara dan ibu angkatnya.

    Seperti diberitakan sebelumnya, Andika dilaporkan ke polisi terkait dugaan KDRT. Caca mengaku dipukuli oleh Andika dengan tangan kosong dan gagang pedang yang terbuat dari besi, hingga menyebabkan luka di beberapa bagian tubuhnya. *

    Tabloidbintang.com


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.