Hanung Bramantyo Jelaskan Perbedaan 'Jomblo' Lama dan Baru  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hanung Bramantyo saat pemotretan Tokoh Film Pilihan Tempo 2013 di rumah produksi Dapur Film, Jakarta (22/12). TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Hanung Bramantyo saat pemotretan Tokoh Film Pilihan Tempo 2013 di rumah produksi Dapur Film, Jakarta (22/12). TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Masih ingatkah Anda dengan film Jomblo? Film yang berkisah tentang empat mahasiswa yang mencari makna cinta ini akan diproduksi lagi. Meski menyutradarai cerita yang sama, tapi Hanung Bramantyo, sutradara yang ditunjuk menyutradarai film ini, menyebutkan beberapa perbedaan yang akan hadir di Jomblo terbaru ini.

    "Jadi Jomblo pertama universe di Kota Bandung, ini di kota B. Menciptakan kota baru kayak kota metropolitan," kata Hanung saat konferensi pers di kantor Falcon Pictures, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Kamis, 16 Maret 2016.

    Hanung Bramantyo bercerita, kota B ini berisi tentang para pendatang dari seluruh wilayah di Indonesia, dari Jawa Barat, Yogyakarta, Aceh, Nusa Tenggara, dan wilayah lain.

    Sutradara Ayat-Ayat Cita ini juga menuturkan akan ada beberapa perbedaan dalam penokohan Jomblo terbaru ini. "Bimo adalah orang dari Jogja tapi kelahiran Papua, dan Dony saat ini orang bule dan digilai banyak wanita," kata Hanung Bramantyo.

    Sebelumnya, tokoh Bimo yang diperankan Dennis Adhiswara digambarkan sebagai orang Yogya tulen, sedangkan Doni yang diperankan Christian Sugiono adalah orang Indonesia asli. Tokoh Olip dan Agus masih memiliki karakter yang sama dengan film sebelumnya. "Tapi, fashion-nya kita ubah," kata Hanung Bramantyo.

    Jomblo akan mulai diproduksi 17 Maret 2017. Film ini akan diperankan aktor dan komika yang sedang naik daun, seperti Richard Kevin, Arie Keriting, Ge Pamungkas, dan Deva Mahenra. *

    DINI TEJA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?