Huru-hara Sihir Hitam

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Puluhan anak yang bermain di bawah bulan purnama bubar seketika. Mereka berlarian, menjerit, dan berteriak, serta ketakutan. Beberapa sosok menyeramkan muncul dari kegelapan, dari leak yang bergelantungan di tiang bangunan, pocong, siluman monyet, celuluk, babi ngepet, banaspati, hingga sederet makhluk halus lainnya. Suasana mencekam membuat urat leher menegang dalam iringan lolongan anjing hutan.Adegan huru-hara munculnya berbagai makhluk halus di malam jahanam ini terdapat dalam drama tari Calon Arang, yang diangkat Lembaga Kesenian Bali Saraswati di Gedung Kesenian Jakarta, Selasa lalu. Kengerian itu muncul ketika ratu sakti Calon Arang menebar pengaruh jahat karena kemarahannya telah memuncak. Pasalnya, dia telah ditipu utusan Raja Airlangga. Angkara murka tumpah-ruah, kesaktian menjadi senjata mengerikan menebar petaka.Lembaga Kesenian Bali Saraswati, lembaga yang didirikan masyarakat Bali di Jakarta, sengaja mementaskan kembali lakon itu dengan indah. Drama tari Calon Arang itu sejatinya berasal dari Jawa Timur, yang mengisahkan janda sakti Calon Arang dan putrinya, Ratna Mangali.Dalam perkembangannya, cerita ini menjadi populer di Bali. Pertunjukan pun menjadi lekat dengan unsur black magic. Secara keseluruhan, ia berupaya mengungkap unsur kebaikan dan keburukan yang lantas dipahami dengan istilah rwe bhineda. Maksudnya, dua sisi berbeda tapi saling melengkapi, layaknya falsafah keseimbangan hidup antara makrokosmos (buana agung) dan mikrokosmos (buana alit). Akhirnya pementasan tersebut tak memenangkan salah satu pihak, baik Calon Arang yang murka maupun utusan Airlangga, yang dibantu pendeta.Mengingat keterbatasan waktu, pementasan drama tari ini dipersingkat. Hanya cerita inti yang diambil, sehingga benang merahnya sangat jelas. Penata tari A.A. Gde Ariawan mengatakan ada beberapa tambahan pada cerita inti ini. Dia memberi tafsir sendiri yang justru membuat pementasan tersebut terasa segar. Ini terjadi ketika adegan dolanan anak di bawah bulan purnama yang dipenuhi oleh anak-anak yang lucu. "Dalam pakem, adegan ini tidak ada," ujarnya.Selain itu, tafsir mengenai sosok makhluk halus sengaja diperluas. Pasalnya, jika hanya mengambil profil makhluk halus dari Bali, itu terasa kurang beragam. Jika siluman monyet dianggap menakutkan di Bali, misalnya, tentu kurang mengena jika ada di Jakarta. "Seperti juga pocong, itu kan tidak ada di tradisi Bali. Yang ada siluman monyet, babi, ataupun celuluk," ujarnya.Sejak awal, sebenarnya pementasan ini amat menarik. Sebagai pembuka, digelar dua komposisi tari Bali berjudul tari Saraswati, yang mengisahkan dewi pengetahuan, dan tari Palegogan, yang mengisahkan gugurnya Abimanyu. Selain itu, deretan nama besar dalam kelompok ini, seperti Marusya Nainggolan, Jajang C. Noer, Aning Katamsi, dan Niniek Karim, membawakan prosa karya Toeti Heraty.Namun, intensitas yang sudah mulai muncul malah agak menurun dengan tampilnya musik kontemporer Skolastika Ensemble. Grup ini mengejawantahkan maksud yang berbeda tentang kisah Calon Arang.Andi Dewanto

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Obat Sakit Perut Alami

    Berikut bahan alami yang kamu perlukan untuk membuat obat sakit perut alami di rumah.